Viral di Media Sosial, Apa Itu KB Vasektomi dan Mengapa Jadi Sorotan?
Kontrasepsi KB vasektomi untuk mencegah kehamilan belakangan ini ramai diperbincangkan di media sosial. Metode kontrasepsi ini yang dulu identik dengan perempuan kini mulai dilirik oleh para pria. Stigma yang dulunya melekat pada ibu atau istri, kini bergeser karena para suami atau ayah pun bisa ikut menanggungnya.
Di platform media sosial X, diskusi seputar vasektomi pun menuai beragam reaksi dari netizen.
“Remuk hati gue liat perdebatan vasektomi, banyak banget cowo-cowo yang berisik, kalo masculinity lo terlalu rapuh untuk vasektomi, yaudah, diem, jangan nyinyirin cowo lain yang mau vasektomi, jangan koar-koar nyuruh perempuan KB bahkan angkat rahim, gila apa,” ujar salah satu netizen.
Baca Juga: 7 Khasiat Rutin Minum Air Rebusan Jahe dan Kunyit, Ada Efek Sampingnya?
Namun, ada juga netizen yang berpikir lebih mendalam mengenai prosedur ini. “Penasaran alasannya apa buat vasektomi? Ini jadi keputusan besar buat cowo dan harus dipikirkan matang-matang, apalagi kalau permanen. Karena yang namanya kita nikah itu pasti pengen punya keturunan,” kata netizen lainnya.
Lalu, sebenarnya apa itu vasektomi?
Pakar seks dr. Boyke Dian Nugraha menjelaskan bahwa vasektomi adalah metode pengendalian kelahiran yang dilakukan pada pria untuk memutuskan suplai sperma. Prosedur ini dilakukan dengan cara memotong dan menutup saluran yang membawa sperma dari testis.
Dr. Boyke juga menambahkan bahwa prosedur ini tergolong sederhana dan dapat dilakukan oleh dokter umum. “Cuma dicari saluran sperma supaya sperma dari testis yang mengalir itu dia tersumbat, akhirnya spermanya kosong jadi tidak terjadi kehamilan. Kan gampang banget,” ujarnya.
Siap Untuk Tampil Lebih Percaya Diri? Kunjungi Website Kami dan Temukan Layanan Salon Terbaik!
Vasektomi dianggap sebagai metode KB permanen pada pria karena sangat kecil kemungkinan untuk mengembalikan fungsi saluran sperma setelah prosedur ini dilakukan. “Kalau nanti bisa disambung lagi gak ikatannya kalau ingin hamil? Bisa sih, cuman keberhasilannya setelah dipotong itu cuma sekitar 15-25 persen saja,” kata dr. Boyke.
Meski prosedur ini permanen, dr. Boyke menyarankan agar vasektomi dilakukan dengan pertimbangan yang matang. Di negara-negara Barat, vasektomi sering kali dilakukan setelah istri melahirkan atau menyusui, dan sebagai bentuk inisiatif dari suami untuk mencegah kehamilan lebih lanjut.
“Bagi pria yang sudah tidak ingin memiliki anak lagi, vasektomi bisa jadi pilihan yang efektif dan sederhana,” tambahnya.






