Angin Kencang Terjang Pagar Merbau, Puluhan Rumah Warga Rusak Parah
Hujan deras yang disertai angin kencang hantam puluhan rumah warga di Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang, Senin (30/3/2026) malam.
Dibaca Juga : Warga Sumringah! Desa Parjalihotan Baru Tapteng Dapat Bantuan Pipanisasi Air Bersih dari WVI dan YEU
Akibat bencana alam itu, tidak ada korban jiwa maupun luka. Namun kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Berdasarkan data sementara yang dihimpun kerusakan terjadi di sejumlah desa, di antaranya Desa Sidoharjo I/Pasar Miring, Desa Jati Baru, dan Desa Perbarakan.
Di Desa Sidoharjo I/Pasar Miring, sedikitnya lima rumah warga mengalami kerusakan berat. Rumah milik Juliadi, 44 tahun, warga Dusun Sempurna, mengalami kerugian sekitar Rp4,5 juta. Kemudian Kadino, 61 tahun, dengan kerugian sekitar Rp3 juta, Sumarianto, 49 tahun, sekitar Rp12 juta, Sujarno, 39 tahun, warga Dusun Gotong Royong sekitar Rp2 juta, serta Boyamin, 63 tahun warga Dusun Abri dengan kerugian sekitar Rp2,5 juta.
Sementara di Desa Jati Baru, tiga rumah warga terdampak, yakni milik M Topan, 33 tahun di Dusun Durina V dengan kerugian sekitar Rp4,5 juta, Ngadisan, 72 tahun dengan kerusakan atap rumah ditaksir Rp3 juta, serta Halumah, 49 tahun dengan kerugian hampir Rp5 juta.
Adapun di Desa Perbarakan, jumlah rumah terdampak mencapai 31 unit, dengan rincian sekitar 22 rumah mengalami kerusakan berat dan sedang akibat terpaan angin kencang.
Kepala Desa Perbarakan, M Kariman, saat dikonfirmasi menyebutkan warga yang terdampak saat ini mulai melakukan perbaikan rumah secara gotong royong.
“Untuk korban luka tidak ada. Dari catatan kami, sekitar 32 rumah rusak diterjang angin, dan 22 di antaranya mengalami kerusakan berat serta sedang,” ujarnya.
Menurutnya, proses pembersihan dan perbaikan rumah dilakukan bersama aparat desa, Babinsa Koramil Lubuk Pakam, serta warga setempat.
Pantauan di lapangan menunjukkan warga terdampak tengah membersihkan puing-puing material bangunan yang berserakan. Bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah, sementara waktu mengungsi ke rumah tetangga maupun kerabat hingga rumah mereka dapat kembali ditempati.
Salah seorang warga Desa Perbarakan, Siregar, mengaku sempat panik saat angin kencang menerjang rumahnya pada tengah malam.
“Sekitar pukul 00.00 WIB kami sedang tidur. Tiba-tiba hujan turun disertai angin kencang, atap rumah mulai berbunyi. Kami langsung keluar rumah karena takut seng terbang. Ternyata benar, atap sampai terbongkar dan sebagian dinding atas rusak. Kami sangat ketakutan,” ucapnya.
Dibaca Juga : Tragis di Operasi Ketupat Toba 2026: Satu Nyawa Melayang dalam Laka Lantas di Dairi
Warga bersama aparat masih melakukan pendataan lanjutan terhadap jumlah kerusakan, sementara pemerintah setempat diharapkan segera menyalurkan bantuan bagi korban terdampak bencana.






