Anggaran 2026, DP3AKB Sumut Arahkan ke Sejumlah Kegiatan Prioritas
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Dwi Endah Purwanti SS MSi menyebutkan adanya kenaikan anggaran yang diberikan Pemerintah Provinsi Sumut kepada pihaknya menjadi Rp19.179.500.741 di tahun 2026.
Sebelumnya, anggaran DP3AKB tahun 2025 berkisar Rp17.648.735.447. Kenaikan anggaran di tahun 2026 ini akan diprioritaskan untuk beberapa kegiatan unggulan atau kegiatan strategis.
“Pertama kami akan fokus untuk membantu perempuan di wilayah hunian tetap dalam bentuk pelatihan, agar bagaimana mereka bisa bangkit dari sisi ekonomi menjadi penopang keluarganya,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Dijelaskan Dwi, saat ini pihaknya telah menetapkan dua pelatih, yang pertama pertanian dengan hidroponik dan vertical garden. DP3AKB akan mengajak perempuan di hunian tetap untuk buat pertanian minimal hasilnya bisa dimakan maupun mendatangkan pemasukan.
“Kedua, pelatihan bagaimana pengolahan makanan yang tahan lama atau istilahnya Frozen Food, untuk membekali masyarakat (kelompok) kegiatan berwirausaha yang didukung bantuan peralatan yang fokusnya di Tapanuli Selatan,” ucapnya.
Baca juga : Anggaran Pascabencana Sumut Akan Ditambah Setelah Sempat Diperdebatkan
Dwi mengatakan pihaknya juga akan melakukan layanan psikososial untuk masyarakat terkena bencana, seperti istri kehilangan suami, anak kehilangan orang tua, maupun hilangnya harta benda yang berdampak pada psikososial.
Kegiatan pemulihan psikososial ini telah dilakukan tahun lalu, dan untuk tahun ini akan dilanjutkan maupun difokuskan juga ke tiga wilayah yakni Tapanuli Selatan (Tapsel), Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Sibolga.
Selain itu, DP3AKB juga akan memberikan bantuan spesifik untuk 1.000 perempuan dan anak yang dialokasikan di wilayah hunian tetap dan sementara.
Selanjutnya, DP3AKB Sumut akan melakukan talk show dalam peringatan Hari Kartini dengan tujuan, agar ke depannya kepemimpinan ini jadi minat bagi para perempuan muda.
“Jadi diajak berfikir untuk mempersiapkan diri menjadi Women Leadership di masa mendatang,” tuturnya.






