Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Air Terjun Mata Kucing: Surga Tersembunyi di Tanah Deli yang Diselimuti Aura Mistis

Air Terjun Mata Kucing: Surga Tersembunyi di Tanah Deli yang Diselimuti Aura Mistis

Tanah Deli tak hanya dikenal lewat kejayaan Tembakau Deli di masa lalu, tetapi juga menyimpan beragam destinasi wisata alam yang memukau. Salah satunya adalah Air Terjun Mata Kucing, sebuah lokasi tersembunyi yang menawarkan keindahan alam sekaligus nuansa mistis.

Dibaca Juga : Warga Menolak Tegas! Relokasi Kios Daging ke Permukiman Tuai Protes di Lubuk Pakam

Air terjun ini berada di perbatasan Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Simalungun, tepatnya di Desa Gunung Paribuan, Kecamatan Gunung Meriah. Meski belum banyak terekspos dan jarang viral di media sosial, tempat ini justru menyimpan pesona yang masih alami dan menantang untuk dijelajahi.

Bagi pecinta petualangan, Air Terjun Mata Kucing menjadi pilihan tepat. Pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas seperti trekking di hutan, camping, piknik, hingga mandi di aliran sungai yang jernih. Menariknya, di kawasan ini terdapat tiga air terjun dengan karakter berbeda yang bisa dinikmati dalam satu perjalanan.

Untuk mencapai lokasi, pengunjung harus berjalan kaki selama 2–3 jam. Artinya, total waktu trekking pulang-pergi bisa mencapai 4–6 jam. Karena itu, disarankan menggunakan perlengkapan yang aman seperti sepatu khusus trekking, serta membawa bekal air minum yang cukup.

Akses menuju lokasi cukup mudah dijangkau dari Lubuk Pakam, dengan waktu tempuh sekitar 2–3 jam menggunakan kendaraan. Rute perjalanan meliputi Lubuk Pakam – Pertumbukan – Bangun Purba – Silinda – Gunung Meriah – Gunung Paribuan. Setibanya di lokasi, pengunjung hanya dikenakan biaya retribusi sekitar Rp10 ribu.

Untuk keamanan, pengunjung juga dianjurkan menggunakan jasa pemandu lokal dengan tarif sekitar Rp250 ribu per kelompok. Selain membantu navigasi, pemandu juga memberikan informasi penting terkait aturan dan kondisi kawasan.

Heri, wisatawan asal Medan sekaligus anggota komunitas River Hunter Sumut, menyebut Air Terjun Mata Kucing merupakan satu jalur dengan Wisata Alam Pohon Damai Simempar.

“Jadi kalau kita mau ke atas, kita harus melakukan tracking selama kurang lebih 2 jam. Selama di perjalanan kita akan disuguhkan rimbunnya hutan dengan pohon-pohon pinus yang sangat besar. Bak dibawa ke pedalaman hutan hujan yang minim jangkauan manusia, suasana di tempat ini memang masih sangat asri. Di sini juga banyak akar-akar pohon yang menjadi tantangan tersendiri dalam menemani aktivitas tracking-mu,” ujar Heri, Minggu (5/4/2026).

Selain keindahan alamnya, lokasi ini juga dikenal dengan cerita mistis yang berkembang di masyarakat. Air terjun kedua, yang disebut “Mata Kucing”, dipercaya memiliki air yang dapat bercahaya di malam hari, menyerupai pantulan mata kucing.

Menurut cerita turun-temurun, fenomena tersebut pernah dilihat oleh warga yang melakukan perjalanan malam hari. Genangan air di bawah air terjun tampak memantulkan cahaya bulan sehingga terlihat berkilau.

Andri, warga setempat, menjelaskan area tersebut memang dianggap keramat. Ia juga mengingatkan pengunjung untuk tidak berenang di air terjun kedua karena kedalamannya yang cukup ekstrem.

“Makanya begitu ada pengunjung yang baru datang, kita memberitahukan beberapa hal. Kalau mau berenang, kita menyarankan pengunjung untuk bersenang-senang di air terjun pertama dan terakhir,” ujar Andri.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga sikap dan menghormati aturan setempat selama berada di kawasan tersebut. “Kalau lokasi ini memiliki aturan konservasi yang ketat. Pengelola memegang kepercayaan penduduk setempat jika di sini mistis dan ada penjaganya,” ucapnya.

Selain itu, pengunjung dilarang meninggalkan sampah. Jika melanggar, mereka diwajibkan kembali untuk mengambil sampah tersebut. Aturan ini diterapkan demi menjaga kelestarian alam yang masih sangat asri.

Dibaca Juga : Mendikdasmen Tegaskan Program Literasi Digital Tetap Berjalan di Sekolah, Ini Tujuannya

Air Terjun Mata Kucing bukan sekadar destinasi wisata, tetapi juga pengalaman menyatu dengan alam dan budaya lokal. Bagi pencinta alam dan petualangan, tempat ini menawarkan sensasi berbeda yang sulit dilupakan.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan