Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Kampung Nelayan Merah Putih Asahan Capai 33 Persen, Pengerjaan Dipercepat

Kampung Nelayan Merah Putih Asahan Capai 33 Persen, Pengerjaan Dipercepat

Proyek pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Sei Pematang Baru, Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, hingga pertengahan April 2026 baru mencapai progres sekitar 33 persen. Proyek strategis nasional ini diperkirakan berpotensi tidak selesai sesuai target yang ditetapkan pada Juni 2026.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Rabu (15/4/2026), pekerjaan masih difokuskan pada tahap awal, seperti penimbunan lahan dan pemasangan fondasi. Aktivitas pembangunan terlihat berlangsung dengan intensitas tinggi, namun progres fisik dinilai masih jauh dari target penyelesaian.

Site Manager KNMP Kabupaten Asahan, Khoiruddin, mengatakan pihaknya terus menggenjot pengerjaan proyek dengan menambah jumlah tenaga kerja serta menerapkan sistem kerja bergiliran siang dan malam.

“Progres terakhir sekitar 33 persen. Saat ini sudah dilakukan penambahan pekerja, dan pekerjaan dilakukan secara shift dengan melibatkan sekitar 25 hingga 30 orang. Kami tetap optimistis proyek ini dapat diselesaikan,” ujar Khoiruddin di lokasi proyek.

Ia didampingi konsultan pengawas, Taufiqurrohmadon Marpaung, yang memastikan bahwa seluruh tahapan pekerjaan tetap mengacu pada perencanaan teknis yang telah ditetapkan.

Baca juga : Pemerintah Kejar Target 30 Ribu Koperasi Desa Merah Putih, Ribuan Tenaga Kerja Dibutuhkan

Diketahui, proyek Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan nilai anggaran mencapai Rp11,1 miliar yang bersumber dari APBN tahun 2025–2026.

Program ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas sektor perikanan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pembangunan infrastruktur terpadu.

“Di kawasan ini nantinya akan dibangun berbagai fasilitas pendukung, seperti pabrik es, bengkel mesin kapal, perbaikan akses jalan, sistem pengelolaan sampah, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), penyediaan air bersih, hingga SPBU untuk nelayan,” ucap Khoiruddin.

Keberadaan KNMP diharapkan menjadi pusat pengembangan ekonomi berbasis perikanan yang mampu meningkatkan daya saing dan kemandirian masyarakat pesisir, khususnya di wilayah Kabupaten Asahan.

Meski demikian, percepatan pengerjaan menjadi tantangan utama agar proyek dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Komentar
Bagikan:

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan