Kapolres Nias Selatan Turun Tangan, Anak Penderita Stunting di Lahusa Dapat Penanganan Khusus
Polres Nias Selatan (Nisel) turun langsung ke rumah warga yang mengalami penderita stunting di Desa Hilinawalo Balaikha, Kecamatan Lahusa, Kabupaten Nias Selatan.
Dibaca Juga : Pencarian Mahasiswa Unika yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Belum Berhenti, Tim Gabungan Terus Menyisir Lokasi
Kapolres Nias Selatan (Nisel), AKBP Ferry Mulyana Sunarya mengatakan kini anak 10 tahun tersebut telah ditangani pihak medis untuk memberikan bantuan perobatan.
Ferry menyebut dalam penanganan kali ini pihaknya bekerjasama dengan pihak Rumah Sakit (RS) Bhayangkara TK II Polda Sumatera Utara (Sumut) dan Angkatan Muda Sisingamangaraja untuk memberikan bantuan kesehatan terhadap korban.
Mantan Kasubden Perintis III Den Perintis Dit Samapta Korsabhara Baharkam Polri itu mengatakan, langkah ini merupakan bentuk kepedulian polri terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak yang berisiko mengalami stunting berkepanjangan.
“Jadi kemarin itu kita mendapatkan informasi terkait adanya anak 10 tahun yang sedang mengalami penyakit Stunting. Maka dari itu, kita dari Polres Nias Selatan melakukan jemput bola untuk memberikan bantuan medis kepada korban,” ujarnya Senin (13/4/2026).
Lulusan Akpol 2005 itu menambahkan, setelah korban dijemput dari kediamannya. Selanjutnya, ia dikirim ke Medan ke RS Bhayangkara Polda Sumut untuk menjalani proses pengobatan lebih intensif. Tak hanya itu kata Ferry, pihaknya juga akan terus memantau kondisi korban dan menyediakan makanan bergizi seperti susu, telur, serta vitamin agar badannya kembali ideal.
Dijelaskan Ferry, anak 10 tahun itu buah pasangan dari Sarowamati Buulolo dan Sidihati Hulu, warga Desa Hili Nawalo Balaikha, Kecamatan Lahusa, Kabupaten Nias Selatan, Sumut. Sehari-harinya keluarga ini tinggal di lingkungan kurang layak sehingga membutuhkan perhatian khusus.
Dikatakan Ferry, selama di perjalanan menuju RS Bhayangkara Medan, adapun yang turut mendampingi korban yakni Kapolsek Lahusa Ipda Yudhi Andika, ibu kandungnya sendiri dan anggota Puskesmas Lahusa.
Untuk diagnosa sementara, korban mengalami kekurangan gizi kurang + Susp. Glaukoma kongenital + Madarosis ec infeksi + Koilonychia ec susp. gangguan pada jantung.
Dibaca Juga : Tiga Lokasi Diduga Sarang Narkoba Digerebek Polres Batu Bara, Dua Orang Ditangkap
“Untuk keluhan yang dialami anak yakni, kesulitan saat melihat cahaya, area kelopak mata merah, rambut jagung, pertumbuhan gigi tidak normal, ada ruam di bokong, pertumbuhan tinggi badan tidak normal,” ucapnya.






