BPJS Ketenagakerjaan Buka Rekrutmen untuk Penguatan Layanan di Seluruh Daerah
BPJS Ketenagakerjaan kembali membuka kesempatan kerja bagi masyarakat Indonesia melalui rekrutmen yang dimulai sejak Sabtu (11/4/2026) secara daring.
Dalam proses seleksi kali ini, sejumlah posisi disediakan, di antaranya Customer Service Officer untuk penempatan di berbagai daerah serta Account Representative Perwakilan yang akan ditempatkan di wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.
Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan, Harjono Siswanto, menyampaikan penambahan sumber daya manusia ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperluas jangkauan perlindungan bagi pekerja.
Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan strategi penguatan institusi melalui pendekatan Coverage, Care, dan Credibility. Perluasan tenaga kerja diharapkan mampu meningkatkan kepesertaan, khususnya di sektor informal dan kelompok pekerja rentan, serta menghadirkan layanan yang lebih responsif.
Baca juga : Rekrutmen Komisioner KPID Sumut Ditargetkan April 2026, Saat Ini Belum Dibuka
Selain itu, proses rekrutmen yang dilakukan secara terbuka juga menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga.
BPJS Ketenagakerjaan turut membuka peluang bagi penyandang disabilitas untuk mengikuti seleksi sebagai bentuk komitmen terhadap kesetaraan kesempatan kerja.
Pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan rekrutmen. Seluruh tahapan seleksi dipastikan tidak memungut biaya.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kisaran, Ferina Burhan, menilai rekrutmen ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan hingga ke tingkat daerah.
Ia menyebut, kehadiran tenaga kerja baru akan membantu mendekatkan layanan kepada masyarakat sekaligus membuka peluang bagi putra-putri daerah untuk berkontribusi.
Ferina juga mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut melalui jalur resmi serta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya.






