IRT di Medan Laporkan Dugaan Pernikahan Ganda Suami yang Berlayar ke Batam
Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Medan, Sartika Hutauruk, melaporkan dugaan penelantaran rumah tangga sekaligus perzinahan yang dilakukan suaminya, RT ke Batam.
Laporan itu dibuat pada 20 Maret 2026, setelah persoalan yang disebut telah terjadi sejak 2020 kembali viral di media sosial.
Menurut Sartika, persoalan itu bermula saat suaminya yang bekerja di bidang pelayaran berangkat berlayar pada Februari 2020. Saat itu, ia baru saja melahirkan anak ketiganya.
Namun beberapa bulan setelah keberangkatan, Sartika mengaku mendapat kiriman foto kebersamaan suaminya dengan seorang perempuan lain berinisial LP dari nomor tak dikenal. Dari situlah ia mengetahui adanya dugaan perselingkuhan.
“Awalnya alasan karena Covid, katanya tidak bisa pulang. Tapi beberapa bulan kemudian saya dikirimi foto mereka bersama,” katanya saat ditemui di Jalan HM Said, Medan Perjuangan, Jumat (10/4/2026).
Dugaan perselingkuhan itu disebut berlanjut hingga keduanya melangsungkan pernikahan pada 2021 di Batam. Padahal saat itu status Sartika Hutauruk dan suaminya RT masih sah secara hukum.
Ia menduga ada pemalsuan atau manipulasi dokumen administrasi, sehingga pernikahan tersebut bisa berlangsung meski belum ada akta cerai resmi.
“Posisi kami saat itu belum ada akta perceraian, tapi mereka bisa menikah,” katanya.
Baca juga : IRT di Medan Ungkap Dampak Konflik Rumah Tangga terhadap Kondisi Mental Anak
Bahkan, dari hubungan tersebut disebut telah lahir seorang anak pada tahun 2021. Ibu tiga anak yang tinggal di Medan Denai itu juga menuding keluarga suami mengetahui bahkan mendukung hubungan tersebut, meski dirinya masih berstatus istri sah saat itu.
Tak hanya itu, ia mengaku sempat bercerai pada 2022, namun kemudian rujuk kembali pada Desember tahun yang sama dan memperoleh akta terbaru pada tahun 2023.
Sementara pernikahan suaminya dengan perempuan lain itu, kata dia, telah dibatalkan pihak gereja setelah dirinya menyampaikan keberatan kepada gereja yang menikahkan keduanya.
“Ada surat pengakuannya yang menyatakan bahwa dia memalsukan data dan membohongi pihak gereja. Dalam surat yang ditandatangani diatas materi 10 ribu itu dia mengaku melakukannya karena terpaksa karena ditekan oleh keluarga si LP,” tuturnya.
Saat ini, laporan yang dibuatnya masih dalam tahap pemeriksaan di Batam, termasuk pemeriksaan terhadap saksi-saksi, seperti pendeta dan pihak yang hadir saat pernikahan berlangsung.
“Masih tahap pemeriksaan saksi di Batam. Pihak gereja pun jadi tersangkut-sangkut dalam masalah ini karena dia,” ujarnya.
Sartika pun berharap, dengan munculnya ia ke publik, dapat menjawab segala tudingan yang minor terhadapnya. Dikatakannya, ia mengaku tertekan karena seluruh permasalahan rumah tangganya viral di media sosial. Mirisnya, warganet dikatakannya cenderung menghujatnya karena diduga termakan berita media sosial.
“Saya selama ini tidak ada speak up. Tidak ada push apapun di media sosial. Tapi mereka terus mengunggah foto atau video hingga mental saya down. Apalagi anak-anak saya,” ucapnya sembari menitikkan air mata.






