Haru di Jumat Agung Pematangsiantar: Ribuan Umat Menangis Saat Ikuti Jalan Salib
Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti jantung Kota Pematangsiantar pada peringatan Jumat Agung tahun ini. Ribuan umat Katolik memadati sepanjang Jalan Merdeka, tepat di depan Balai Kota, untuk menyaksikan visualisasi penderitaan Yesus Kristus dalam ibadah Jalan Salib (Via Dolorosa).
Dibaca Juga : Jumat Agung di Taput, Bupati JTP Hutabarat Ajak Jemaat Gaungkan Wisata Rohani Salib Kasih
Isak tangis pecah di tengah kerumunan saat adegan penyaliban diperagakan. Tragedi kematian Yesus Kristus yang dibawakan dengan penuh penghayatan ini berhasil menyentuh sisi terdalam batin setiap jemaat yang hadir.
Sekitar 1.400 jemaat dari berbagai paroki tumpah ruah mengikuti prosesi ini. Puncak kesedihan massa terjadi saat pemeran Yesus mulai dipaku di kayu salib. Di bawah terik matahari yang seolah ikut berduka, jemaat tampak menundukkan kepala. Sebagian besar tak kuasa menahan air mata melihat pengorbanan yang digambarkan begitu nyata.
“Melihat Yesus disiksa dan disalibkan tadi, hati saya hancur. Ini bukan sekadar tontonan, tetapi pengingat betapa besarnya dosa kita dan betapa luar biasa kasih-Nya,” ujar Samuel, salah satu warga yang hadir dengan mata berkaca-kaca.
Sementara itu, Sardianto Turnip selaku Ketua Panitia Paskah Katolik Kota Pematangsiantar menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan pemerintah kota dan aparat keamanan. Ia menekankan bahwa pelaksanaan doa bersama di depan Balai Kota merupakan bukti nyata indahnya kerukunan di Kota Toleransi ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Pematangsiantar atas izin penggunaan area Balai Kota. Ini adalah bentuk toleransi yang luar biasa,” ungkap Sardianto Jumat (3/4/2026).
Sardianto juga berterima kasih kepada Polres Pematangsiantar yang telah mengawal jalannya devosi Jalan Salib sehingga berjalan tertib.
“Harapan kami, tercipta Pematangsiantar yang penuh sukacita, tanpa dendam, dan saling mengampuni, sebagaimana Yesus yang rela mengorbankan nyawa-Nya demi keselamatan manusia,” ucapnya.
Terpisah, Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak memastikan bahwa seluruh rangkaian Tri Hari Suci berjalan lancar. Sebanyak 252 personel dikerahkan untuk menjaga keamanan sejak malam Kamis Putih hingga Jumat Agung.
“Sebanyak 252 personel kepolisian dikerahkan untuk pengamanan pawai obor, misa Kamis Putih, dan prosesi Jalan Salib. Terdapat delapan gereja yang melaksanakan Jalan Salib di luar (jalan raya), termasuk Gereja Katolik dan GKPS, sementara gereja lainnya melaksanakan di area internal,” ujarnya.
Kapolres mengapresiasi semangat tinggi umat Kristiani serta kedewasaan warga Pematangsiantar dalam menjaga kerukunan.
“Pesan saya, perayaan Tri Hari Suci ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momen mengenang kematian dan kebangkitan Yesus sebagai bentuk introspeksi diri untuk menjadi lebih baik ke depan. Bagi warga yang tidak merayakan, kami harap tetap menjaga sikap saling menghormati sebagai warga yang mencintai kota ini,” tuturnya.
Dibaca Juga : Pengedar Narkoba Diringkus di Bilah Hulu, 49 Gram Sabu Diamankan Polisi
Perayaan Jumat Agung di Pematangsiantar tahun ini kembali membuktikan bahwa iman dan toleransi dapat berjalan beriringan. Di bawah bayang-bayang salib di depan Balai Kota, masyarakat diingatkan kembali akan makna pengorbanan dan pentingnya menjaga kasih persaudaraan di tengah keberagaman.






