Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Pasar Ikan Sepi Pembeli, Aktivitas Pedagang Nyaris Terhenti

Pasar Ikan Sepi Pembeli, Aktivitas Pedagang Nyaris Terhenti

Beberapa hari ini, para pedagang di Pasar Ikan Modern dan sekitarnya di Kota Sibolga lengang. Sejumlah pedagang nampak beraktivitas melayani pembeli, namun hanya beberapa orang saja yang masih menjajakan ikan basahnya.

Dibaca Juga : Viral! Video Tawuran Remaja Bersenjata Tajam di Tanah Seribu Binjai, Polisi Perketat Patroli

Informasi dihimpun Mistar dari lokasi perdagangan ikan terbesar di Kota Sibolga dan sekitarnya Jumat (3/4/2026) hanya beberapa orang saja yang berjualan.

Rahim Hutabarat, 32 tahun, pedagang ikan mengaku kondisi ini telah berlangsung lama.”Sejak pasca lebaran, para pedagang hanya sebagian kecil saja yang berjualan. Ikan yang dijual berasal dari Aceh Pidie. Nyaris tak ada yang dijual berasal dari kota Sibolga.Karena belum ada kapal yang bongkar,” ujar Rahim.

Ditambahkannya, akibat fenomena tersebut harga ikan menjadi sangat mahal. “Seperti jenis ikan ogak harganya Rp50 ribu, sebelumnya hanya Rp27 ribu,” tuturnya.

Kemudian, jenis ikan sisik harganya Rp55 ribu, padahal harga normalnya hanya Rp27 ribu. Begitu juga jenis timpik (sejenis sisik) harganya juga sangat melonjak. Beberapa jenis ikan tersebut merupakan yang paling lazim dikonsumsi masyarakat sekitar Kota Sibolga dan Kabupaten Tapteng.

Hal senada dikatakan Benyanto Lubis, pedagang lainnya mengaku berbicara dengan pedagang lainnya karena tak ada beraktifitas rutin seperti sedia kala.

“Kondisi seperti ini telah berlangsung lama mulai sejak bencana melanda daerah ini. Yang termasuk parah, kita tak beraktivitas pasca lebaran hingga saat ini,” ucapnya.

Penyebabnya, kata pedagang yang telah puluhan tahun menggeluti usaha ikan ini, hanya sebagian kecil kapal penangkap ikan yang berangkat melaut.”Selain faktor cuaca yang ekstrem, juga kekhawatiran pengusaha kapal untuk memberangkatkan kapalnya dan takut merugi,” tutur Beny.

Dibaca Juga : Buntut Kasus Amsal Sitepu, Pemkab Buka Suara soal Polemik Mobil Dinas Kajari Karo

Terpisah, Aswati, ibu rumah tangga saat di Pasar Ikan mengaku sangat terkejut dengan mahalnya harga ikan.”Walau kita memilih konsumsi ikan yang harganya mahal, namun harga bahan makanan sejenis seperti telur dan ayam pedaging juga harganya melambung,” ucap warga Kelurahan Sarudik, Tapteng ini.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan