Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Menjelang Paskah, HKBP Jalan Gereja Siantar Ajak Jemaat Maknai Pengorbanan dan Kebangkitan Kristus

Menjelang Paskah, HKBP Jalan Gereja Siantar Ajak Jemaat Maknai Pengorbanan dan Kebangkitan Kristus

Menjelang peringatan wafatnya Isa Almasih (Jumat Agung) dan Hari Raya Paskah, Gereja HKBP Distrik V Sumatera Timur Resort Pematangsiantar mulai berbenah. Gereja historis yang terletak di Jalan Gereja, Kelurahan Kristen, Kecamatan Siantar Selatan ini tidak hanya menyiapkan sarana fisik, tetapi juga mengajak jemaat untuk melakukan persiapan batin yang mendalam.

Dibaca Juga : Hari Ketujuh Pencarian, Warga Aornakan II yang Hilang di Sungai Lae Ordi Belum Juga Ditemukan

Pengurus Gereja HKBP Distrik V Sumatera Timur Resort Pematangsiantar, Yongki Panjaitan, menjelaskan rangkaian ibadah telah disusun sedemikian rupa untuk memberikan ruang refleksi yang maksimal bagi jemaat.

Untuk memperingati pengorbanan Kristus di kayu salib, HKBP Resort Pematangsiantar akan menggelar ibadah khusus pada hari Jumat. Tepatnya Jumat Agung, ibadah rutin akan berlangsung seperti hari Minggu, namun puncaknya terletak pada ibadah pukul 14.00 WIB.

“Setelah itu perjamuan kudus, ibadah pukul 14.00 Wib itu khusus untuk peringatan Jumat Agung. Di situ nanti akan ada perjamuan khusus. Karena durasi ibadah yang panjang, ibadah variatif sore hari yang biasanya terdiri dari dua sesi, kali ini hanya akan dilaksanakan satu sesi saja,” ujarnya Rabu (1/4/2026).

Sementara itu, untuk perayaan puncak kemenangan atas maut pada hari Minggu, gereja telah menyiapkan rangkaian jadwal, ibadah subuh (Buha-buha ijuk) dimulai pukul 04.00 WIB, ibadah pagi pukul 08.00 hingga 10.00 WIB dan ibadah sore, ibadah variatif pada pukul 16.00 hingga 18.00 WIB.

Mengingat Pematangsiantar merupakan kota tujuan mudik dan wisata religi, pihak gereja memprediksi adanya lonjakan jumlah jemaat. Selain jemaat lokal, banyak pendatang dari luar kota yang diperkirakan akan mengikuti ibadah di gereja ikonik ini.

“Untuk persiapan visual dan fasilitas, kami menyediakan tratak (tenda tambahan). Kami mengantisipasi ibadah Jumat Agung dan Paskah akan dihadiri banyak jemaat, termasuk para pendatang,” katanya.

Filosofi mendalam: Menemukan Tuhan di Titik Terendah

Lebih dari sekadar rutinitas tahunan, Yongki memaparkan makna filosofis dibalik Jumat Agung dan Paskah yang menjadi inti dari iman Kristiani.

Menurutnya, Jumat Agung adalah momen manusia diajak merenungkan perjuangan Yesus Kristus. “Kita diajak menghidupkan kembali perenungan bahwa hidup kita juga akan mengalami masa kekurangan, kerapuhan, dan kerendahan. Itulah makna Jumat Agung,” katanya dengan nada menyentuh.

Namun, duka Jumat Agung akan berganti menjadi sukacita pada Paskah. Yongki menekankan bahwa Paskah adalah bukti Tuhan tidak membiarkan umat-Nya terus berada di titik nadir.

“Tuhan mengizinkan kita berada di titik terendah untuk memberikan pelajaran bahwa manusia bisa merasakan sakit. Tetapi Tuhan tidak meninggalkan kita. Dia menggenapkan janjinya dengan bangkit pada hari ketiga,” tuturnya.

Yongki berpesan persiapan yang paling utama bukanlah dekorasi atau kemeriahan fisik, melainkan hati. Ia menganalogikan persiapan Paskah sebagai bentuk bercermin diri.

“Boleh kita datang ke gereja, kita merayakan ibadah, tetapi kalau dalam perjalanan hidup kita belum merasakan kehadiran Tuhan, itu semua sia-sia. Yang perlu dipersiapkan itu adalah hati kita,” ucapnya.

Dibaca Juga : Kecelakaan Beruntun di Tanjung Morawa, Security Jadi Korban dan Alami Luka Serius

Dengan persiapan yang matang baik secara fisik maupun spiritual, HKBP Distrik V Sumatera Timur Resort Pematangsiantar berharap seluruh jemaat dapat merayakan kemenangan iman ini dengan penuh khidmat dan damai.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan