Isu Kenaikan BBM Mencuat, Warga Toba Tetap Tenang Tanpa Kepanikan
Informasi atas kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan diberlakukan pemerintah akibat dampak konflik Timur Tengah tidak menjadi kepanikan bagi masyarakat di Kabupaten Toba, khususnya pengendara sepeda motor, empat dan truk.
Dibaca Juga : Pemko Pematangsiantar Belum Terapkan WFH-WFA, ASN Kembali Ngantor Normal
Hal ini terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tidak terlihat antrean kendaraan, bahkan terbilang sepi pengisian bahan bakar.
Salah seorang pengendara, Parlin mengatakan, untuk apa panik dengan informasi kenaikan minyak, yang dipikirkan saat ini ketersediaannya aman sehingga aktivitas pekerjaan tidak terganggu.
“Lagian belum ada pemberitahuan secara resmi dari pemerintah naiknya minyak, terbukti saat ini harga masih seperti biasa. Jika besok 1 Maret 2026 naik, hanya bisa pasrah, yang pasti dengan naiknya bahan bakar akan mempengaruhi kondisi ekonomi, dari yang sulit akan semakin sulit,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Pengendara lainnya, Toni mengatakan, dirinya belum mengetahui informasi tentang kenaikan bahan bakar serta pembatasan pemakaian untuk bahan bakar subsidi. Menurutnya, jika hal tersebut benar adanya kondisi ekonomi masyarakat akan semakin terpuruk.
Dibaca Juga : Tragis di Siantar! Suami Nekat Sayat Wajah Istri, 127 Jahitan Tinggalkan Luka Permanen
“Jika hal tersebut benar, setidaknya pemerintah mempertimbangkan untuk menaikkannya. Apakah pemerintah tidak melihat kondisi ekonomi saat ini yang demikian sulit, tidak bisa digambarkan kondisi ekonomi jika bahan bakar jadi naik,” ucapnya.






