Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Kapolres Samosir dan Ordo Kapusin Tanam 620 Pohon, Partukko Naginjang Hijau Kembali

Kapolres Samosir dan Ordo Kapusin Tanam 620 Pohon, Partukko Naginjang Hijau Kembali

Sebanyak 620 batang pohon ditanam di perbukitan Desa Partukko Naginjang, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Sabtu (28/3/2026), dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Danau Toba.

Dibaca Juga : Bupati Jonius Hutabarat Salurkan Bantuan Kemensos Rp2,9 Miliar untuk Korban Bencana di Taput

Kegiatan penghijauan tersebut diprakarsai Yayasan Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan Ordo Kapusin Provinsi Medan (KPKC OKPM) dalam rangka perayaan Tahun Yubileum Santo Fransiskus Assisi 2026.

Aksi penanaman pohon ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari aparat kepolisian, pemerintah daerah, legislatif, hingga tokoh agama dan masyarakat setempat.

Hadir dalam kegiatan itu Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, anggota DPR RI Rapidin Simbolon, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir Edison Pasaribu, serta perwakilan Kejaksaan Negeri Samosir.

Selain itu, sejumlah tokoh agama dan aktivis lingkungan juga turut ambil bagian, di antaranya Pastor Walden Sitanggang selaku Ketua Satgas KPKC, Dr Wilmar Eliezer Simanjorang dari PPDT, Bruder Sumitro Sihombing, Pastor Guido Situmorang, Pastor Jupen Saragih, serta Dewan Paroki bersama sekitar 70 warga.

Adapun jenis pohon yang ditanam terdiri dari 300 batang kemenyan, 20 batang beringin, 100 batang mahoni, 150 batang jengkol, dan 50 batang durian.

Pastor Guido Situmorang mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian alam, khususnya di kawasan Danau Toba yang dinilai rentan terhadap kerusakan lingkungan.

Ia menegaskan kerusakan hutan akan berdampak langsung terhadap ketersediaan sumber air dan keseimbangan ekosistem yang menopang kehidupan masyarakat sekitar.

Menurutnya, kegiatan penghijauan menjadi langkah konkret dalam menjaga ciptaan Tuhan sekaligus mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pelestarian lingkungan.

Anggota DPR RI Rapidin Simbolon menekankan kawasan Danau Toba merupakan aset nasional yang memiliki nilai strategis, baik dari sisi ekologi maupun pariwisata.

Ia menyebutkan menjaga kelestarian lingkungan di kawasan tersebut merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen, tanpa terkecuali.

Rapidin juga menegaskan kehadirannya dalam kegiatan tersebut murni sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, bukan berkaitan dengan kepentingan politik.

Wilmar Eliezer Simanjorang mengingatkan pentingnya fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan yang harus dijaga secara berkelanjutan.

Ia menilai kerusakan hutan dapat memicu berbagai dampak serius, mulai dari krisis air hingga bencana alam yang merugikan masyarakat.

Untuk itu, ia mendorong langkah-langkah preventif melalui kegiatan penghijauan dan perlindungan kawasan hutan demi keberlangsungan generasi mendatang.

Ketua Satgas KPKC, Pastor Walden Sitanggang, menyampaikan kegiatan penanaman pohon ini merupakan bagian dari upaya pemulihan lahan kritis di kawasan Danau Toba.

Ia menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mendorong gerakan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan melalui berbagai program konkret.

Menurutnya, harmoni antara manusia dan alam harus terus dijaga agar keseimbangan ekosistem tetap terpelihara.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir, Edison Pasaribu, menegaskan pentingnya rehabilitasi lahan kritis, khususnya di wilayah tangkapan air seperti Partukko Naginjang.

Ia menyebutkan upaya penghijauan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.

Edison juga mengajak semua pihak untuk berkolaborasi menjaga keseimbangan ekosistem demi keberlanjutan lingkungan di kawasan Danau Toba.

Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan menyatakan dukungan penuh Polri terhadap program pelestarian lingkungan yang dilakukan berbagai pihak.

Ia menegaskan kepolisian tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berperan dalam mendukung keberlanjutan lingkungan hidup.

Dibaca Juga : Tenda Resepsi di Padang Tualang Roboh Dihantam Hujan Angin, Momen Bahagia Berubah Panik

“Kami siap mendukung dan mengawal program penghijauan ini sebagai bagian dari upaya mencegah potensi bencana alam serta menjaga keberlangsungan hidup masyarakat,” ucapnya.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan