Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Musim Panas Berkepanjangan, Petani Semangka Sumut Merugi Hingga Jutaan Rupiah

Musim Panas Berkepanjangan, Petani Semangka Sumut Merugi Hingga Jutaan Rupiah

Petani semangka di sejumlah wilayah di Sumatera Utara, khususnya Kecamatan Perbaungan dan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, serta Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, mengaku mengalami kerugian akibat musim panas yang berkepanjangan.

Dibaca Juga : Dua Rumah Warga di Labura Ludes Terbakar, Api Diduga Berasal dari Korsleting Listrik

Penurunan hasil panen disebut cukup signifikan dibandingkan musim sebelumnya. Kondisi ini berdampak langsung terhadap pendapatan petani yang mengandalkan komoditas semangka sebagai sumber penghasilan utama.

Rudini, seorang petani semangka asal Kecamatan Pantai Cermin, mengatakan hasil panen kali ini jauh dari harapan. Ia menyebut produksi dari lahan seluas 10 rante yang biasanya memberikan keuntungan, kini menurun drastis.

“Biasanya hasil panen semangka dari 10 rante sudah lumayan untung. Tapi panen kali ini hanya dapat beberapa ratus kilogram saja,” ujar Rudini saat menjual hasil panennya kepada pedagang buah di Desa Sekip, Kecamatan Lubuk Pakam, Jumat (27/3/2026).

Meski demikian, Rudini masih bersyukur karena hasil panennya masih mampu menutup modal. Ia menyebut tidak sedikit petani lain yang justru mengalami kerugian lebih besar.

“Meski hasilnya tidak maksimal, tapi masih bisa balik modal. Banyak petani lain, jangankan balik modal, malah rugi besar,” tambahnya.

Menurutnya, kondisi cuaca panas yang berlangsung cukup lama menjadi faktor utama menurunnya produksi semangka. Upaya penyiraman menggunakan mesin pompa pun dinilai belum mampu mengimbangi dampak kekeringan terhadap tanaman.

Hal serupa juga disampaikan Supri, petani semangka asal Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang. Ia mengaku hasil panennya tidak memberikan keuntungan besar, namun masih cukup untuk menutupi biaya pengolahan lahan.

Dibaca Juga : Tragis! Sepasang Kekasih Tewas Kecelakaan di Langkat, Rencana Menikah Tahun Ini Pupus

Para petani berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah, terutama dalam menghadapi dampak perubahan cuaca ekstrem, agar keberlangsungan usaha pertanian tetap terjaga dan kerugian dapat diminimalkan.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan