Distribusi Pupuk Subsidi Tersendat, Petani di Simalungun Keluhkan Kelangkaan
Hingga penghujung Februari 2026, distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Simalungun belum merata. Kondisi ini memicu keresahan petani karena berpotensi mengganggu pola tanam dan produktivitas pertanian di wilayah yang dikenal dengan sebutan Habonaron do Bona ini.
Dibaca Juga : Bank Indonesia Perpanjang Jadwal Pemesanan Penukaran Uang Rupiah, Simak Cara dan Syaratnya!
Sejumlah kecamatan dilaporkan belum menerima pasokan pupuk subsidi sepanjang Tahun 2026. Di Kecamatan Sidamanik, salah satu pemilik kios pupuk mengaku hingga kini belum mendapatkan distribusi dari gudang.
“Belum [masuk subsidi], informasi dari distributor, masih kosong di gudang pupuk Siantar,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Huta Bayu Raja, wilayah yang mayoritas penduduknya menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Minimnya ketersediaan pupuk subsidi membuat petani terpaksa menunda pemupukan atau membeli pupuk nonsubsidi dengan harga lebih tinggi.
Padahal, periode awal tahun merupakan fase krusial dalam kalender tanam. Keterlambatan pemupukan dapat berdampak langsung pada pertumbuhan tanaman, bahkan berisiko menurunkan hasil panen.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, Meri Damanik, membenarkan belum meratanya distribusi pupuk subsidi di seluruh wilayah.
“Memang belum masuk ke semua daerah, tetapi sebagian sudah masuk. Kita juga tetap mengupayakan agar distribusi lancar dan para petani dapat menikmati pupuk subsidi,” kata Meri saat dikonfirmasi Rabu sore.
Ia mengaku masih berada di lapangan dan belum memegang data rinci terkait kecamatan mana saja yang telah menerima pasokan. Situasi ini menimbulkan pertanyaan soal kelancaran rantai distribusi pupuk, terutama di tengah kebutuhan petani yang meningkat menjelang musim tanam.
Dibaca Juga : Polres Dairi Ringkus Tiga Pria, 13 Paket Sabu Diamankan dalam Penggerebekan
Para petani berharap pemerintah daerah bersama distributor segera memastikan ketersediaan pupuk subsidi agar tidak berdampak lebih luas terhadap ketahanan pangan daerah.






