Selama Ramadan, Program MBG di Medan Berlanjut dengan Skema Distribusi Baru
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Medan tetap dilaksanakan selama bulan Ramadan dengan penyesuaian skema distribusi dan menu. Di Kelurahan Matsum I, pembagian MBG dilakukan secara rapel agar tetap efektif dan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat yang menjalankan ibadah puasa.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Matsum I, Sazili Sholihin, mengatakan kebijakan tersebut mengikuti arahan yang telah ditetapkan bagi dapur MBG selama Ramadan. Ia menjelaskan bahwa pembagian MBG dirapel setiap tiga hari selama dua minggu.
“MBG dimulai kembali pada 23 Februari 2026 saat anak-anak masuk sekolah. Pembagiannya dirapel dari hari Senin hingga Rabu, yakni tanggal 23 sampai 25 Februari. Kemudian, pada hari Kamis dibagikan lagi untuk tiga hari berikutnya, yaitu Kamis, Jumat, dan Sabtu. Skema ini berlaku selama dua minggu,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Selama Ramadan, pembagian MBG dilakukan pada pagi hingga menjelang siang hari, sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB. Menu kering yang disiapkan antara lain susu, roti, telur rebus, telur asin, serta buah-buahan.
Selain menu kering, dapur MBG juga menyiapkan menu olahan yang dikemas menggunakan metode vakum agar tahan hingga waktu berbuka puasa. Menu tersebut berupa ayam ungkep dan tempe. Sazili menegaskan bahwa makanan tersebut sebenarnya sudah matang, namun diolah dengan teknik ungkep dan pengemasan vakum agar lebih awet tanpa menggunakan produk ultra-proses (ultra processed food/UPF).
Baca juga : Program MBG Berlanjut di Bulan Ramadan 2026, BGN Siapkan Paket Makanan
“Karena kami tidak diperbolehkan menggunakan produk UPF, makanan disajikan dalam kondisi setengah matang lalu divakum. Dengan cara ini, makanan dapat bertahan hingga sore hari saat waktu berbuka puasa,” tuturnya.
SPPG Kota Matsum I saat ini melayani delapan sekolah penerima MBG, termasuk tambahan sasaran kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil (bumil), dan ibu menyusui (busui), yang mulai dilayani sejak 23 Februari 2026. Jumlah penerima manfaat kelompok 3B tercatat sebanyak 98 orang. Selain itu, guru juga mulai menerima MBG pada tanggal yang sama.
“Total penerima manfaat yang kami layani mencapai 2.386 orang, terdiri dari siswa sekolah, kelompok 3B, dan guru,” jelasnya.
Sazili menambahkan, menu yang diberikan kepada kelompok 3B berbeda dengan menu siswa. Ibu hamil dan ibu menyusui mendapatkan susu khusus, sementara balita menerima bubur.
“Namun, untuk semua penerima manfaat, kami pastikan setiap paket MBG dilengkapi dengan buah,” ucapnya.






