Harga Sembako Samosir 18 Februari 2026: Telur dan Ayam Merangkak Naik, Cabai Anjlok Tajam
Fluktuasi harga bahan pokok terjadi di Pasar Pangururan, Kabupaten Samosir, sepanjang tanggal 4, 11, hingga 18 Februari 2026. Sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga, sementara lainnya justru turun dibanding pekan sebelumnya, termasuk jika mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET).
Dibaca Juga : Progres 89 Persen, Jembatan Perintis Garuda Langkat Segera Rampung Percepat Akses Transportasi Warga
Kenaikan harga paling mencolok terjadi pada udang basah ukuran medium. Setelah bertahan di angka Rp100.000 per kilogram pada 4 dan 11 Februari, harganya naik menjadi Rp110.000 per kilogram pada 18 Februari 2026 atau naik Rp10.000.
Tomat juga menunjukkan tren kenaikan. Pada 4 Februari dijual Rp9.000 per kilogram, kemudian naik menjadi Rp12.000 pada 11 Februari, dan kembali naik menjadi Rp13.000 per kilogram pada 18 Februari.
Telur ayam ras dengan HET Rp30.000 per kilogram turut mengalami kenaikan bertahap. Harga pada 4 Februari tercatat Rp25.600, naik menjadi Rp26.666 pada 11 Februari, dan kembali meningkat menjadi Rp27.733 per kilogram pada 18 Februari atau bertambah Rp1.067 dari pekan sebelumnya.
Telur ayam kampung juga naik dari Rp55.000 per kilogram pada 4 dan 11 Februari menjadi Rp57.200 pada 18 Februari atau naik Rp2.200.
Daging ayam broiler dengan HET Rp40.000 per kilogram ikut terkerek. Harga yang sebelumnya Rp44.000 pada 4 dan 11 Februari naik menjadi Rp45.000 per kilogram pada 18 Februari atau naik Rp1.000.
Beras medium dengan HET Rp14.000 tercatat naik dari Rp14.200 pada 4 Februari menjadi Rp14.500 per kilogram pada 18 Februari atau naik Rp300. Sementara itu, beras premium dengan HET Rp15.400 relatif stabil di angka Rp15.600 per kilogram sepanjang periode tersebut.
Di sisi lain, sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga. Cabai merah hijau dengan HET Rp57.000 per kilogram turun signifikan. Dari Rp38.000 pada 4 Februari, sempat naik menjadi Rp40.000 pada 11 Februari, kemudian merosot ke Rp30.000 per kilogram pada 18 Februari atau turun Rp10.000.
Cabai merah keriting dengan HET Rp55.000 juga melemah. Setelah naik dari Rp30.000 menjadi Rp40.000 pada 11 Februari, harga kembali turun ke Rp30.000 per kilogram pada 18 Februari atau turun Rp10.000.
Bawang merah lokal dengan HET Rp41.500 turut mengalami penurunan. Harga yang sebelumnya Rp35.000 per kilogram pada 4 dan 11 Februari turun menjadi Rp30.000 pada 18 Februari atau berkurang Rp5.000.
Sementara itu, sejumlah komoditas terpantau stabil, di antaranya gula pasir dengan HET Rp17.500 yang dijual Rp18.000 per kilogram, minyak goreng Minyakita dengan HET Rp15.700 tetap Rp15.700 per liter, serta daging sapi murni dengan HET Rp140.000 yang bertahan di Rp150.000 per kilogram.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Samosir, Ferdinand Sitanggang, mengatakan fluktuasi harga tersebut dipengaruhi dinamika pasokan dari luar daerah serta tingkat permintaan masyarakat menjelang akhir Februari.
Menurutnya, kenaikan pada komoditas seperti telur dan daging ayam dipicu peningkatan permintaan rumah tangga, sementara penurunan harga cabai dan bawang merah disebabkan pasokan yang melimpah dari sentra produksi.
Dibaca Juga : Heboh! Warga Temukan Peti Mati Berisi Jenazah Usai Banjir di Tapteng
Ferdinand menegaskan pihaknya terus melakukan pemantauan rutin di Pasar Pangururan untuk memastikan ketersediaan barang dan menjaga harga tetap terkendali sesuai ketentuan HET, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.






