Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Hijaukan Kembali Alam, 3.450 Pohon Ditanam di Lereng Gunung Pusuk Buhit

Hijaukan Kembali Alam, 3.450 Pohon Ditanam di Lereng Gunung Pusuk Buhit

Dalam upaya pemulihan kawasan hutan Pusuk Buhit dan perlindungan lingkungan sekitar Danau Toba, 3.450 pohon ditanam di kawasan rehabilitasi hutan, Lombang Nabagas, Desa Huta Ginjang, lereng Gunung Pusuk Buhit, Kecamatan Sianjur Mulamula, Senin (26/2/2026).

Dibaca Juga : Tapteng Dikepung Banjir, Sungai-Sungai Meluap hingga Listrik Lumpuh

Penanaman pohon tersebut merupakan kolaborasi antara Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark dan Komite II DPD RI serta dukungan sejumlah lembaga seperti PPTSB, PT Inalum, Perum Jasa Tirta, Pusat Studi Geopark Danau Toba dan Pemkab Samosir.

Sebanyak 3.450 bibit pohon berbagai jenis ditanam di area yang selama ini berfungsi sebagai daerah tangkapan air dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Samosir untuk rehabilitasi akses jalan dan lahan menggunakan alat berat.

Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk menyatakan penanaman pohon ini menjadi bagian dari prioritas pelestarian lingkungan dan mengapresiasi atas kolaborasi lintas lembaga untuk pelaksanaan penanaman pohon.

Menurutnya, keberlanjutan hutan berkaitan langsung dengan kualitas lanskap, iklim lokal dan penguatan daya tarik sektor pariwisata yang berpotensi mendorong pertumbuhan pendapatan daerah.

“Dengan semangat gotong royong, saya yakin pohon yang ditanam akan tumbuh dan berkembang demi kelestarian alam,” katanya.

Anggota Komite II DPD RI, Badikenita br Sitepu mengatakan gerakan penanaman pohon sejalan dengan pendekatan ekoteologi yang mendorong pelestarian lingkungan sebagai tanggung jawab moral.

Ia menyatakan pihaknya saat ini mendorong program desa hijau menjadi agenda nasional serta membuka peluang beasiswa bagi mahasiswa bidang geologi.

Dari unsur keagamaan, Pastor Walden Sitanggang dari Ordo Kapusin Medan menegaskan komitmen gereja dalam pemulihan lingkungan dan mengatakan bahwa pohon harus dipandang sebagai sumber kehidupan bukan sekadar komoditas ekonomi.

Sementara itu, General Manager badan pengelola geopark, Azizul Kholis menyebut kawasan Samosir menjadi wilayah strategis pengembangan pariwisata berbasis geopark yang melindungi 16 geosite dan sedang mempersiapkan pengusulan geosite Bonan Dolok serta pengembangan geosite Onan Runggu untuk mendukung ekonomi masyarakat.

Pelopor kegiatan, Ketua Pergerakan Penyelamatan Kawasan Danau Toba, Wilmar Simanjorang, menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga daerah tangkapan air dan pentingnya perawatan pasca tanam.

Wilmar menilai rehabilitasi hutan tidak boleh berhenti pada kegiatan simbolik tetapi membutuhkan pemeliharaan berkelanjutan agar fungsi ekologis kawasan tetap terjaga.

Dibaca Juga : Bersajam dan Nekat, Pelaku Satroni Toko di Tanjungpura Saat Dini Hari

Penanaman pohon ini diharapkan memperkuat perlindungan daerah tangkapan air serta menjaga keberlanjutan kawasan geopark di wilayah Samosir.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan