Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Tapteng Dikepung Banjir, Sungai-Sungai Meluap hingga Listrik Lumpuh

Tapteng Dikepung Banjir, Sungai-Sungai Meluap hingga Listrik Lumpuh

Situasi Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) saat ini kembali mencekam seperti peristiwa bencana banjir bandang dan tanah longsor pada 25 November 2025 lalu. Pasalnya, masa trauma bencana saat itu kembali terjadi, Senin (16/2/2026).

Dibaca Juga : Sambut Ramadan 1447 H, Polres Langkat Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim

Dilaporkan semua sungai yang ada di Tapteng kembali meluap akibat hujan deras yang mengguyur sejak siang tadi sekira pukul 12.10 WIB. Akibatnya, banyak rumah di desa dan kelurahan kembali terendam. Dalam situasi itu, listrik juga padam di wilayah yang terdampak.

Bupati Tapteng, Masinton Pasatibu, menyampaikan banjir terjadi di semua kecamatan karena seluruh sungai meluap. Rumah warga kembali terendam dan mengalami kerusakan parah, harta benda warga hanyut, serta akses jalan dan jembatan banyak yang terputus. Infrastruktur yang sebelumnya sudah diperbaiki kembali rusak diterjang banjir.

“Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa, namun rumah warga banyak yang tenggelam, kembali rusak, dan harta warga tentunya banyak yang hanyut,” ujarnya.

Masinton mengatakan, langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng sejauh ini adalah melakukan evakuasi warga ke tempat yang lebih aman dengan menyiapkan truk dan perahu. Selanjutnya, menyiapkan dapur umum dan alat-alat memasak makanan.

Ia juga mengaku telah berkoordinasi dengan TNI-Polri serta PLN. TNI-Polri membantu mengevakuasi warga ke tempat pengungsian, sementara PLN memadamkan aliran listrik di lokasi rawan banjir guna menghindari terjadinya korban jiwa akibat sengatan listrik. Selanjutnya, Pemkab Tapteng menyediakan genset.

Menurut Masinton, bencana banjir dan longsor susulan pada Senin (16/2/2026) di Tapteng terjadi pascabencana banjir bandang dan tanah longsor pada 25 November 2025 lalu. Dalam seminggu ini, Tapteng telah mengalami tiga kali banjir, yakni pada tanggal 11, 15, dan 16 Februari 2026.

“Pemukiman warga dan jalanan terendam banjir, bahkan ada yang amblas dan terputus serta terjadi longsoran di sejumlah wilayah desa. Warga yang berada di daerah rawan banjir dan longsor sudah dievakuasi,” katanya.

Ia menjelaskan lokasi evakuasi untuk warga pengungsi yang disediakan Pemkab Tapteng, seperti GOR Pandan, sekolah, dan fasilitas umum di kecamatan serta desa, kembali difungsikan sebagai tempat evakuasi.

Dibaca Juga : Hangatnya Tradisi Punggahan, Ratusan Warga Binjai Makan Bersama Sambut Ramadan

“Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa selalu melindungi masyarakat Tapteng. Kita harus melalui cobaan berat dan bertubi-tubi ini. Yakin kita pasti pulih dan bangkit kembali,” tuturnya.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan