Jumlah Pelapor Bertambah, 8 Anak Laporkan Dugaan Pencabulan di Asahan
Sebanyak delapan anak lainnya yang masih berusia sekolah dasar (SD) didampingi orang tua mereka dan mengaku menjadi korban pencabulan pria berinisial SS (53) mendatangi Polres Asahan pada Senin (16/2/2026) sore untuk membuat laporan.
Jika laporan tersebut diterima, artinya ada total 12 anak yang menjadi korban SS yang diketahui merupakan karyawan BUMN perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan.
Amatan wartawan, selain didampingi orang tuanya, para anak ini juga turut mendapatkan pendampingan dari Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Asahan dan anggota DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tanjung.
“Setelah kita melakukan pendampingan termasuk berbicara dengan orang tua korban, ternyata ada korban lain yang baru berani buka suara. Mereka hari ini ikut juga melaporkan didampingi orang tuanya,” kata Ketua LPA Fadli Harun Manurung kepada wartawan.
Sebelumnya, diketahui SS telah dilaporkan atas tindakan pencabulan yang dilakukannya pada Senin, 9 Februari 2026 lalu dengan empat korban.
Baca juga : Polisi Tangkap Oknum Karyawan BUMN atas Dugaan Pencabulan Anak
“Kasus ini harus menjadi atensi karena pelaku merupakan predator anak yang berada di tengah lingkungan masyarakat. Harapan kami, kasus ini menjadi pelajaran bagi kita semua karena pelaku dikenal sebagai orang yang baik, taat secara spiritual, dan tidak ada yang menyangka kejadian ini bisa mengintai anak-anak di sekitar lingkungan tinggalnya,” kata Fadli.
Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Immanuel P. Simamora menambahkan saat ini seluruh korban yang membuat laporan didampingi orang tuanya sedang dalam proses pemeriksaan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).
“Artinya ada beberapa korban lain yang masih kita datakan. Berapa yang betul-betul valid untuk proses selanjutnya. Sejauh ini, pelaku sudah kita tahan dan dalam proses pemberkasan untuk dilimpahkan ke jaksa penuntut,” ujarnya.
Immanuel mengatakan, sejauh ini atas perkara pencabulan tersebut Polres Asahan masih menerima satu laporan untuk empat korban dan telah ditangani.






