Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Jelang Ramadhan 2026, DKPP Binjai Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Tekan Harga Sembako

Jelang Ramadhan 2026, DKPP Binjai Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Tekan Harga Sembako

Dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan serta pengendalian inflasi menjelang Puasa Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H/Tahun 2026, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Binjai melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional.

Dibaca Juga : Kapolri Lepas 22 Kontainer Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Terdampak Bencana Sumatra

Kegiatan tersebut digelar di Lapangan Kodim 0203/Langkat (depan Pasar Kebun Lada), Kecamatan Binjai Utara.

Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Pemko Binjai, Lina, saat dikonfirmasi, Minggu (15/2/2026), mengatakan kegiatan pasar murah mendapat antusiasme masyarakat yang ingin memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

Melalui GPM ini, kata Lina, DKPP Kota Binjai menyediakan sejumlah komoditas pangan strategis dengan harga di bawah pasaran. Adapun bahan pangan yang dipasarkan antara lain:

  1. Beras SPHP sebanyak 5 ton dengan harga Rp59.000 per sak
  2. Gula pasir sebanyak 100 kilogram dengan harga Rp17.500 per kilogram
  3. Minyak Kita kemasan 1 liter sebanyak 360 liter dengan harga Rp15.500 per liter
  4. Telur ras sebanyak 100 papan dengan harga Rp50.000 per papan
  5. Cabai merah sebanyak 10 kilogram dengan harga Rp34.000 per kilogram
  6. Cabai rawit sebanyak 1 kilogram dengan harga Rp28.000 per kilogram
  7. Bawang merah sebanyak 10 kilogram dengan harga Rp32.000 per kilogram
  8. Bawang putih sebanyak 10 kilogram dengan harga Rp32.000 per kilogram

“Kegiatan pasar murah ini merupakan langkah konkret Pemerintah dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok di tengah meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan,” ucapnya.

Dibaca Juga : Kapolri Tinjau Huntara di Asrama Haji Pinangsori Tapteng, Serahkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana

DKPP Pemko Binjai berharap melalui kegiatan ini, daya beli masyarakat tetap terjaga serta inflasi daerah dapat dikendalikan secara optimal.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan