Video Kekerasan Siswa di Medan Heboh di Media Sosial, Korban Alami Luka dan Kehilangan Telepon
Aksi kekerasan yang melibatkan sejumlah pelajar berseragam sekolah viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di Komplek MMTC, Jalan Willem Iskandar, Medan Estate, Jumat (13/2/2026).
Dalam kejadian tersebut, seorang siswa diinjak-injak oleh sekelompok pelajar lain dan diduga kehilangan telepon genggamnya.
Informasi yang dihimpun dari akun Instagram @halokotamedan menyebutkan keributan itu menjadi tontonan warga sekitar yang merekam peristiwa tersebut.
“Remaja yang masih mengenakan seragam sekolah terlihat terlibat keributan dan menjadi tontonan warga sekitar,” tulis akun tersebut, Minggu (15/2/2026).
Dari video yang beredar, terlihat seorang siswa berseragam Pramuka terjatuh lalu diinjak-injak oleh beberapa pelajar lainnya. Setelah melakukan penganiayaan, rombongan pelajar itu meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor.
Sementara itu, akun Instagram @missjonasp, yang mengaku sebagai orang tua korban, menjelaskan kronologi kejadian melalui Insta Story. Ia menyampaikan bahwa anaknya saat itu berboncengan dengan temannya untuk membeli oli di kawasan MMTC Pancing sekitar pukul 12.00–13.00 WIB.
Menurutnya, korban dan rekannya merasa diikuti oleh sekelompok pelajar dari belakang. Tak lama kemudian, mereka dipepet dan diteriaki oleh rombongan yang menanyakan asal sekolah korban.
Baca juga : PMDPPA Toba Gencarkan Sosialisasi ke Sekolah, Tekan Kasus Kekerasan Seksual dan Bullying Anak
“Anakku menyebutkan sekolahnya dengan santai karena merasa tidak punya masalah dengan siapa pun. Namun mereka justru makin memepet dan memaksa berhenti,” tulisnya.
Saat sepeda motor korban kehilangan keseimbangan dan terjatuh, kelompok pelajar tersebut diduga langsung melakukan penganiayaan dengan cara menginjak-injak korban. Rekan korban yang masih berdiri sempat melakukan perlawanan.
Setelah itu, para pelaku melarikan diri. Korban yang sempat memegang salah satu terduga pelaku akhirnya melepaskannya karena pelaku membantah keterlibatan. Belakangan, korban menyadari bahwa telepon genggamnya telah hilang.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, salah satu terduga pelaku disebut telah dikenali dan diduga merupakan siswa di salah satu SMA Negeri di Medan.
“Ada salah satu dari gerombolan itu yang dikenali teman-teman anakku. Diketahui anak itu sekolah di SMA Negeri 18. Baru satu yang diketahui, sisanya belum terlacak,” ujarnya.
Orang tua korban menyatakan akan melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian setelah identitas para terduga pelaku diketahui secara pasti.
“Jaman sekarang no viral no justice,” tulisnya.
Terpisah, Kapolsek Medan Tembung, Kompol Ras Maju Tarigan, saat dikonfirmasi belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut.






