Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Jelang Ramadan, Polres Simalungun Turun Tangan Awasi Harga Sembako

Jelang Ramadan, Polres Simalungun Turun Tangan Awasi Harga Sembako

Menjelang bulan suci Ramadan, Unit Ekonomi Satreskrim Polres Simalungun mengintensifkan pengawasan harga sembako di sejumlah pasar tradisional. Langkah ini dilakukan untuk mencegah praktik permainan harga dan penimbunan barang yang kerap muncul saat momen keagamaan.

Dibaca Juga : Resmi Dilantik, Pengurus PAC PWKI Kota Binjai Masa Bakti 2026–2031 Siap Perkuat Peran Perempuan

Operasi dipimpin Kasat Reskrim AKP Herison Manullang bersama tim Unit Ekonomi dengan melakukan sweeping harga di Pasar Perdagangan, Jumat (13/2/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Kabupaten Simalungun.

“Unit Ekonomi Sat Reskrim punya peran vital menjaga stabilitas harga pasar, terutama jelang Ramadan. Kami pastikan tidak ada oknum pedagang yang bermain harga,” ujar Kanit 2 Ekonomi Satreskrim Polres Simalungun, Ipda Gagas Dewanta Aji, Jumat sore.

Sebanyak enam personel Unit Ekonomi diterjunkan dan berkolaborasi dengan pihak kecamatan guna memperoleh data harga akurat. Pengawasan dilakukan terhadap sembilan kategori kebutuhan pokok sebagai langkah preventif menekan potensi inflasi liar.

Hasil pemantauan menunjukkan harga beras premium di Pasar Perdagangan relatif bervariasi, mulai Rp14.200 hingga Rp16.000 per kilogram, sementara beras medium SPHP/Bulog berada di angka Rp10.800 per kilogram. Gula pasir dan gula merah stabil di Rp18.000 per kilogram, serta garam beryodium Rp10.000 per kilogram.

Untuk protein hewani, daging sapi tercatat Rp120.000 per kilogram, ayam broiler Rp38.000, ayam kampung Rp68.000, dan daging kambing Rp90.000 per kilogram. Alternatif lebih ekonomis tersedia dari ikan, seperti lele Rp28.000 dan tongkol Rp35.000 per kilogram.

Harga telur juga terpantau stabil, masing-masing Rp2.500 per butir untuk telur ayam ras, Rp3.000 telur ayam kampung, dan Rp2.800 telur bebek.

Perhatian khusus tertuju pada komoditas cabe yang menyentuh Rp43.000 per kilogram untuk cabe rawit dan cabe merah, sedangkan cabe hijau Rp28.000. Bawang merah dijual Rp33.000 dan bawang putih Rp40.000 per kilogram.

“Harga cabe memang naik karena faktor cuaca, tapi masih dalam batas wajar. Kami terus pantau agar tidak ada penimbunan,” ujar Gagas.

Minyak goreng curah berada di angka Rp18.000 per kilogram, kemasan sederhana Rp17.000 per liter, dan premium Rp22.000 per liter. Sementara harga sayur-mayur relatif terjangkau, seperti bayam Rp3.000 per kilogram dan daun ubi Rp2.000 per ikat.

Herison memastikan pengawasan tidak berhenti sampai di sini. “Unit Ekonomi siaga hingga Ramadan berakhir. Tidak ada toleransi bagi yang mencoba memainkan harga kebutuhan pokok,” katanya.

Dibaca Juga : Rekonstruksi Kasus Pembakaran Mobil di Kisaran Ricuh, Polisi Tak Hadirkan Semua Tersangka

Kehadiran aparat di tengah aktivitas pasar mendapat respons positif dari pedagang dan pembeli. Mereka berharap pengawasan rutin ini mampu menjaga stabilitas harga sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga sembako.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan