1.000 Hektare Sawah di Hamparan Perak Terancam Gagal Panen, Petani Menjerit Akibat Kekeringan
Sekitar 1.000 hektare lahan persawahan di Desa Paluh Manan, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, dilanda kekeringan dan terancam gagal panen, akibat musim kemarau.
Dibaca Juga : Modus Baru Judi Online di Jermal Dibongkar Polrestabes Medan, Ini Omset dan Gaji Pekerjanya
Pantauan di Dusun III, Desa Paluh Manan, Jumat (13/2/2026), areal persawahan mengering dengan permukaan tanah retak-retak. Sejumlah tanaman padi menguning akibat kekurangan pasokan air.
Salah seorang petani, Ali Gusrin Siregar, 63 tahun, mengaku khawatir dengan kondisi tersebut. Ia memperkirakan jika hingga April mendatang tidak turun hujan, hasil panennya terancam gagal.
“Kalau sampai bulan April tidak ada hujan, bisa gawat padi saya ini. Bisa gagal panen,” ujarnya.
Menurut Ali, dalam kondisi normal hasil panen padinya bisa mencapai 7 hingga 8 ton gabah per hektare. Namun, pada musim tanam kali ini ia meragukan hasil itu bisa dicapai.
Ia berharap adanya distribusi air dari wilayah Desa Kota Rantang untuk membantu mengatasi kekeringan. Namun, menurutnya, aliran air baru akan diberikan jika kebutuhan di wilayah tersebut telah terpenuhi.
“Kekeringan ini sebenarnya ada solusinya, yaitu dialirkannya air dari Kota Rantang. Tapi mereka hanya mengalirkan air kalau sudah tidak butuh lagi,” katanya.
Di lokasi yang sama, beberapa petani yang memiliki mesin pompa berupaya menyedot air sungai terdekat untuk mengairi sawah mereka. Sementara petani yang tidak memiliki pompa dan lahannya jauh dari sumber air, hanya bisa berharap pada turunnya hujan.
Menanggapi kondisi ini, pemerhati pertanian di Hamparan Perak, Ery Tanjung, 65 tahun, menilai pemerintah perlu mengambil langkah jangka panjang untuk mengatasi persoalan kekurangan air di wilayah tersebut.
Dibaca Juga : Pemerintah Kota Medan Siapkan Redesign Medan Zoo, Wujudkan Kebun Binatang Modern
“Untuk mengatasi masalah kekeringan, sudah bisa dibangun waduk di Hamparan Perak. Di sini banyak lahan PTP, bisa diambil sekitar lima hektare untuk waduk. Nantinya dapat memenuhi kebutuhan air petani dan juga berpotensi untuk perikanan,” ucapnya.






