Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Driver Ojol Medan Ngaku Dianiaya Setelah Tunggu 2 Jam

Driver Ojol Medan Ngaku Dianiaya Setelah Tunggu 2 Jam

Viral di media sosial, seorang driver ojek online (ojol) bernama AI Bukhori mengaku mengalami penganiayaan oleh penumpangnya setelah menunggu hampir dua jam tanpa kepastian pembayaran.

Dijelaskan AI Bukhori, kejadian itu terjadi pada Rabu (11/2/2026). Awalnya, ia menerima pesanan melalui aplikasi dengan titik jemput di Gang Siriaon, Perumnas Mandala, dengan tujuan Hotel Graha Buana, Jalan Wahid Hasyim.

Setelah tiba di hotel itu, Bukhori mengaku salah seorang perempuan menghampiri mobilnya dan berkomunikasi dengan dua perempuan yang merupakan penumpangnya. Dalam percakapan itu, Bukhori mendengar tamu mereka berada di Homestay 100K yang terletak di Jalan Ayahanda, Medan Petisah.

“Terus customer saya itu meminta tolong untuk diantarkan ke homestay dan mengoffline-kan aplikasi yang sebelumnya. Dia bilang nanti ongkosnya dihitung saja dan ditambahkan,” ucap Bukhori, Kamis (12/2/2026).

Setelah dihitung, tambahan ongkos sebesar Rp13 ribu, sehingga total tarif menjadi Rp51.500. Namun, Bukhori mengaku hanya meminta Rp50 ribu kepada penumpang tersebut.

Setibanya di homestay, penumpang meminta Bukhori menunggu dengan alasan hendak mengambil uang ke kamar. Namun, menurut pengakuannya, hingga hampir dua jam berlalu, penumpang tak kunjung kembali.

Baca juga : Tiga Pelaku Penganiayaan Driver Ojol di Sampali Berhasil Dibekuk Polsek Medan Tembung

“Dia bilang cuma lima menit. Saya tunggu hampir dua jam di pinggir jalan. Saya mau pergi tapi ongkos perjalanan belum dibayar. Terus saya juga nggak bisa pergi karena mereka meninggalkan barangnya di dalam mobil. Saya takut dilaporkan ke aplikator kalau barangnya saya bawa,” tuturnya.

Setelah hampir dua jam, penumpang disebut keluar dari homestay dalam keadaan panik dan langsung masuk ke mobil. Ia meminta Bukhori segera menjalankan kendaraan mengikuti arahannya.

“Di situ saya lihat, mereka sekitar empat sampai lima perempuan turun dari homestay. Saya juga lihat laki-laki tidak pakai sandal yang saya duga tamu mereka. Laki-laki itu seperti tergesa-gesa mengejar mereka. Yang saya dengar handphone-nya dibawa. Tapi nggak tahu siapa yang bawa,” katanya.

Perjalanan pun dilanjutkan dan berhenti di Simpang Barat. Perempuan bertubuh tambun itu mengaku hendak meminta uang kepada temannya. Setelah itu, ia juga meminta diantar kembali ke alamat awal di Perumnas Mandala.

Penumpang tersebut, lanjut Bukhori, berjanji akan membayar Rp100 ribu untuk perjalanan pergi dan pulang. Namun, Bukhori meminta tambahan uang tunggu sebesar Rp40 ribu karena merasa dirugikan akibat menunggu hampir dua jam.

“Saya cuma minta uang tunggu Rp40 ribu supaya tidak sia-sia nunggu dua jam. Soalnya mobil saya rental. Tapi dia malah menuduh saya memeras,” ujarnya.

Baca juga : Penarikan Motor Berujung Ricuh, Debt Collector dan Ojol Terlibat Cekcok di Medan Sunggal

Perdebatan pun terjadi di dalam mobil. Bukhori mengaku telah mencoba berbicara baik-baik, namun penumpang terus marah dan menuduhnya melakukan pemerasan.

Cekcok tersebut berlanjut hingga mereka berhenti di Jalan Orion, samping Medan Plaza. Dalam insiden itu, Bukhori mengaku mengalami luka di bagian pipi serta cakaran di leher.

“Saya mau bawa ke Polsek Medan Baru. Terus di Jalan Orion dia langsung buka pintu mobil. Padahal saat itu posisi mobil sedang berjalan. Di situ kami berdebat lagi sampai dia mencakar saya dan menyiram saya dengan air,” ucapnya.

Bukhori pun mengaku mendapat bayaran Rp50 ribu dari yang sebelumnya dijanjikan Rp100 ribu. Pembayaran itu pun diberikan oleh warga sekitar, bukan melalui penumpangnya sendiri.

“Orang yang bayar karena kami ribut. Bukan penumpang itu,” katanya.

Ayah dari tiga orang anak itu pun mengaku akan membuat laporan pengaduan atas apa yang dialaminya.

“Kemarin saya sudah ke Polsek. Tapi karena ada beberapa alasan saya kembali. Ini rencana saya akan kembali untuk membuat laporan,” ujarnya.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan