BGN Hentikan Operasional SPPG Sidikalang 3 Sementara, Imbas Dugaan Keracunan MBG
Surat pemberhentian operasional sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidikalang 3, Kabupaten Dairi, beredar luas di media sosial (medsos). Surat tersebut bernomor 382/D.TWS/02/2026 tertanggal 10 Februari 2026 dan bersifat segera.
Dibaca Juga : 402 Calhaj Langkat Ikuti Manasik Haji, Siap Berangkat ke Tanah Suci
Surat itu ditandatangani Dr Harjito, Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN selaku Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I, dan ditujukan kepada Kepala SPPG Dairi Sidikalang 3.
Pemberhentian operasional sementara dilakukan berdasarkan beberapa pertimbangan, antara lain laporan Kepala SPPG Sidikalang 3 tertanggal 10 Februari 2026 terkait dugaan keracunan. Hasil investigasi singkat di lapangan serta laporan Koordinator Regional Provinsi Sumatera Utara. Kemudian pertimbangan pimpinan dan staf Badan Gizi Nasional (BGN) atas terjadinya Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan (KLB-KP).
Dalam surat tersebut dijelaskan, operasional SPPG Sidikalang 3 dihentikan sementara untuk kepentingan investigasi dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan dan BPOM.
Penghentian berlaku hingga hasil pemeriksaan menyatakan SPPG memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Kepala BGN Nomor 4 Tahun 2025 tentang Percepatan Pengelolaan Keamanan Pangan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.
Koordinator BGN Wilayah Dairi, Pahlawan Nasution, membenarkan adanya surat penghentian operasional sementara tersebut saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.
Sebelumnya diberitakan, ratusan siswa SMK Swasta HKBP Sidikalang dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Para siswa dirawat di RSUD Sidikalang, RSU Serenapitta, Klinik Katolik, serta Puskesmas Huta Rakyat.
Siswa dan guru yang ditemui di Puskesmas Huta Rakyat, mengatakan gejala diare dialami sejak Senin (10/2/2026) malam setelah menyantap menu MBG berupa nasi, ayam gulai, pisang, dan sayur selada.
Mereka menyebut sebagian makanan berbau tidak sedap dan berlendir sehingga tidak semua siswa mengonsumsinya. “Yang makan itu yang kemudian mengalami sakit, kemungkinan karena bakteri,” ujar salah seorang guru.
Sementara itu, Dhap, selaku Chef MBG di SPPG Sidikalang, mengatakan pihaknya mendistribusikan sekitar 3.260 porsi makanan ke 19 sekolah. Ia menegaskan makanan dalam kondisi steril saat keluar dari dapur SPPG Palapa.
Dibaca Juga : Bertahun-Tahun Mati, Jam di Tugu Timbangan Lubuk Pakam Jadi Sorotan Warga
Tenaga medis menyebut sekitar 20 pasien harus dirujuk ke RSUD Sidikalang karena mengalami keracunan cukup serius, bahkan beberapa di antaranya sempat pingsan.






