HMI Medan Soroti Langkah Presiden Prabowo Gabung BoP Buatan Trump
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Medan mengecam keputusan Presiden Prabowo Subianto yang bergabung menjadi anggota Dewan Perdamaian atau dikenal Board of Peace (BoP) buatan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Kecaman ini disampaikan Ketua Bidang Pembangunan Demokrasi dan Politik HMI Medan, Ilham Budiman Panggabean. HMI Medan, kata dia, sangat kecewa dan marah dengan keputusan langkah tersebut.
“Keputusan Presiden ini merupakan sinyal berbahaya bagi arah politik luar negeri Indonesia yang mulai kehilangan kompas kemanusiaannya, bukan sekadar blunder diplomatik,” katanya dalam keterangan tertulis diterima, Jumat (6/2/2026).
BOP, menurut HMI Medan, tidak muncul dari semangat keadilan global, melainkan konstruksi elite global yang gagal bahkan enggan membela korban penindasan, genosida, dan kejahatan kemanusiaan.
“Kami menilai langkah ini sebagai bentuk degradasi sikap moral bangsa dan negara. BOP itu digagas aktor politik internasional dengan rekam jejak kebijakan yang secara terbuka mengabaikan penderitaan rakyat Palestina,” ucap Ilham.
Baca juga : Sorotan WEF Davos 2026: Presiden Prabowo Unjuk Diplomasi Global, Peluang Bertemu Donald Trump Menguat
Ilham mengatakan, saat Indonesia masuk BoP tanpa pernyataan sikap yang tegas dan bermartabat, maka yang terjadi ialah penyesuaian diri dengan ketimpangan dan ketidakadilan narasi kekuasaan global, bukan justru membangun diplomasi aktif.
“Suatu hal yang membuat situasi ini makin memalukan adalah munculnya informasi bahwa keanggotaan BOP dipungut biaya yang nominalnya triliunan rupiah. Apabila informasi ini benar, maka publik patut bertanya-tanya, sejak kapan Indonesia harus membayar untuk duduk di forum perdamaian? Apakah martabat politik luar negeri kita kini bisa dinegosiasikan dengan skema iuran? Ini bukan lagi soal diplomasi, melainkan soal harga diri negara,” tuturnya.
HMI Medan menuntut Presiden Prabowo memberikan penjelasan terbuka kepada publik dan bertanggung jawab politik atas bergabungnya Indonesia ke dalam BoP.
“Indonesia harus segera menghentikan langkah-langkah yang menjauh dari prinsip kemanusiaan dan keadilan global. Bangsa besar tidak diukur dari seberapa sering ia duduk di forum internasional, melainkan dari keberaniannya berdiri tegak membela yang tertindas,” ucap Ilham.






