Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Viral Premanisme di Batang Kuis, Pekerja Botot Dipalak Pria Berkaos SPSI

Viral Premanisme di Batang Kuis, Pekerja Botot Dipalak Pria Berkaos SPSI

Aksi dugaan premanisme berupa pemalakan terhadap seorang pekerja botot di Jalan Niaga, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, viral di media sosial.

Dibaca Juga : DPRD Pematangsiantar Soroti Pembelian Eks Rumah Singgah Rp14,5 Miliar, NJOP Hanya Rp9,8 Miliar

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (5/2/2026). Dalam rekaman video yang beredar, seorang pria mengenakan kaos bertuliskan SPSI diduga mendatangi pekerja botot dan meminta uang dengan alasan bongkar muat.

Permintaan tersebut ditolak karena pekerja botot merasa pelaku tidak ikut membantu pekerjaan.

Karena tidak diberi uang, pelaku diduga marah dan melontarkan ancaman kepada pekerja botot. Meski mendapat intimidasi, pekerja botot tetap menolak memberikan uang dan memilih melawan aksi tersebut.

Salah seorang warga sekitar, Andi, menuturkan bahwa kejadian bermula saat pemilik toko memanggil tukang botot untuk membeli dan mengangkut kertas kardus bekas.

“Awalnya tukang botot dipanggil pemilik toko untuk menjual kertas kardus. Begitu selesai dimuat ke mobil pikap, tiba-tiba datang seorang pria berbaju kaos bertuliskan SPSI dan meminta uang bongkar muat. Padahal dia tidak ikut membantu kerja, datang-datang langsung minta uang. Tidak dikasih, malah marah-marah,” ujar Andi.

Warga setempat menyebutkan, pelaku diduga kerap melakukan pungutan liar (pungli) di sekitar lokasi dan dinilai meresahkan. Bahkan, menurut keterangan warga, pelaku diduga pernah beberapa kali terlibat kasus tindak pidana.

“Warga berharap polisi segera menangkap pelaku yang meresahkan ini dan sekaligus dilakukan tes urine,” kata seorang warga lainnya.

Dibaca Juga : DPRD Pematangsiantar Panggil KJPP, Nilai Rumah Singgah Covid-19 Rp14,5 Miliar Jadi Sorotan

Pihak Polsek Batang Kuis belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut. Polisi diharapkan segera menindaklanjuti informasi dan video yang beredar guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan