Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Melemah ke Level 7.945
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Jumat (6/2/2026) ke level 7.945. Mengutip data RTI Infokom, IHSG turun 171 poin atau 2,11 persen. Pada awal perdagangan, indeks sempat turun ke level 7.888 sebelum bergerak naik ke posisi tertinggi sementara di level 7.949.
Dibaca Juga : Keluarga Tersangka Penganiayaan Terlibat Keributan di Polrestabes Medan
Volume perdagangan tercatat mencapai 5,22 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,45 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 263 ribu kali. Sebanyak 381 saham mengalami pelemahan, 76 saham menguat, dan 187 saham stagnan.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih berada dalam fase penguatan jangka pendek dan berpeluang naik untuk menguji area 8.328 hingga 8.527. Namun, investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi apabila indeks bergerak melemah ke kisaran 7.094 hingga 8.095.
“Kami perkirakan posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave [x], sehingga masih terdapat peluang penguatan untuk menguji 8.328-8.527,” ujar Herditya dalam riset hariannya, dikutip dari CNNIndonesia.
Ia memproyeksikan indeks bergerak pada rentang support 7.854 dan 7.654 serta resistance 8.181 dan 8.318. Herditya juga merekomendasikan sejumlah saham, yakni BREN, CMRY, INDY, dan KRAS.
Sementara itu, analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan IHSG berpotensi terkoreksi ke area 7.800-7.900 apabila turun menembus level 8.050. Meski demikian, peluang rebound masih terbuka selama indeks mampu bertahan di atas level 7.800.
“IHSG akan rebound dan mempertahankan momentum positif jika masih bergerak di atas level 7.800,” kata Ivan.
Dibaca Juga : Polrestabes Pastikan Kasus Pencurian Toko Ponsel Berjalan, Dugaan Penganiayaan Diproses
Ivan memprediksi indeks bergerak pada level support 7.617, 7.362, 7.265, 7.099, dan 7.962 serta resistance 8.377, 8.596, dan 8.837. Ia merekomendasikan saham AADI, ASII, BBCA, CPIN, dan GOTO.






