Marak Pak Ogah di Jalinsum Medan–Lubuk Pakam, Warga Deli Serdang Resah dan Minta Tindakan Tegas
Sejumlah warga mengaku merasa risih dengan maraknya keberadaan juru parkir liar atau yang dikenal dengan sebutan pak ogah di berbagai persimpangan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan–Lubuk Pakam.
Dibaca Juga : KPK Gelar OTT di Bea Cukai Jakarta dan KPP Banjarmasin, Menkeu Sebut Jadi Shock Therapy
Keberadaan mereka dinilai semakin banyak dan beraktivitas sejak pagi hingga malam hari.
Berdasarkan pantauan di lapangan, para pak ogah tersebut kerap membantu memutar arah maupun menyeberangkan kendaraan. Meski tidak secara langsung memaksa meminta imbalan, sejumlah pengendara mengaku merasa tidak nyaman karena kendaraan mereka kerap dikejar dan dikerumuni, terutama kendaraan roda empat dan truk.
“Sebenarnya tidak memaksa minta uang, tapi kalau mobil atau truk pasti dikejar. Kalau tidak dikasih, kadang pengendara merasa khawatir,” ujar Subur, salah seorang pengendara, Rabu (4/2/2026).
Subur menilai keberadaan pak ogah yang semakin marak seolah menggantikan peran petugas resmi dalam mengatur lalu lintas.Menurutnya, para pak ogah tersebut tidak dibekali pengetahuan maupun pelatihan tentang tata cara pengaturan lalu lintas yang benar.
Ia menyebutkan, hampir seluruh persimpangan di wilayah Kecamatan Tanjung Morawa terdapat aktivitas pak ogah, mulai dari Simpang Kayu Besar, Simpang Lampu Merah Abadi, Simpang Pertamina, Simpang Polsek, Simpang Abu Nawas, Simpang Sinalko, Simpang Madirsan, hingga Simpang Medan Star.
“Hampir semua simpang ada yang mengatur. Jumlahnya makin banyak karena mungkin dianggap menguntungkan,” katanya.
Bahkan, lanjut Subur, keberadaan pak ogah juga masih ditemukan di sekitar Pos Pengaturan (Pos Gatur) dan dekat Markas Polsek (Mapolsek) Tanjung Morawa.
Selain pak ogah, warga juga mengeluhkan maraknya praktik pungutan liar terhadap sopir truk di sejumlah ruas jalan, mulai dari Simpang Pertamina Tanjung Morawa B, Dagang Kelambir, hingga Desa Dalu Sepuluh A, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.
Meski beberapa kali dilakukan penertiban oleh petugas, warga menilai praktik tersebut belum menimbulkan efek jera. Pungutan dilakukan dengan dalih jasa pengaturan jalan agar tidak terjadi kemacetan.
“Orangnya itu-itu saja. Sudah sering diamankan, tapi tetap kembali lagi,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Terkait beredarnya video viral yang memperlihatkan dugaan pungutan liar terhadap sopir truk di Jalan Sei Belumai Hilir hingga Desa Dalu Sepuluh A, Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Jonni H. Damanik, menyatakan pihaknya tengah melakukan penyelidikan.
“Peristiwa tersebut sedang kami selidiki, dan pelaku yang viral dalam video saat ini sedang kami cari,” ujar AKP Jonni H. Damanik kepada wartawan.
Dibaca Juga : KPK Gelar OTT di Bea Cukai Jakarta dan KPP Banjarmasin, Menkeu Sebut Jadi Shock Therapy
Warga berharap aparat terkait dapat meningkatkan pengawasan serta penertiban guna menciptakan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran lalu lintas di wilayah tersebut.






