Harga Cabai Meroket di Pasar Pangururan Samosir, Telur dan Ikan Justru Turun
Harga bahan pokok di Pasar Percontohan Pangururan, Kabupaten Samosir, mengalami fluktuasi pada awal Februari 2026. Berdasarkan daftar harga bahan pokok Februari 2026, hanya sebagian komoditas yang mengalami kenaikan dan penurunan harga, sementara mayoritas lainnya terpantau stabil.
Dibaca Juga : Sepanjang Januari 2026, KAI Divre I Sumut Salurkan 58 Ribu Ton Barang
Komoditas yang mengalami kenaikan harga di antaranya tomat. Harga tomat naik dari Rp8.000 menjadi Rp9.000 per kilogram. Selain itu, bawang putih juga mengalami kenaikan dari Rp35.000 menjadi Rp38.000 per kilogram.
Kenaikan harga turut terjadi pada cabai merah keriting. Komoditas tersebut naik dari Rp25.000 menjadi Rp30.000 per kilogram.
Sementara itu, sejumlah bahan pokok justru mengalami penurunan harga. Telur ayam ras turun dari Rp29.333 menjadi Rp25.600 per kilogram.
Penurunan harga juga terjadi pada ikan kembung yang sebelumnya dijual Rp50.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.
Selain itu, cabai rawit hijau mengalami penurunan harga dari Rp40.000 menjadi Rp38.000 per kilogram.
Fluktuasi harga bahan pokok tersebut diketahui dari hasil pemantauan harga di Pasar Percontohan Pangururan dengan membandingkan harga pada 28 Januari 2026 dan 4 Februari 2026.
Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Kabupaten Samosir, Ferdinand Sitanggang, mengatakan fluktuasi harga tersebut masih dalam kondisi wajar.
“Secara umum, harga bahan pokok masih stabil dan belum ada kenaikan yang signifikan,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).
Ia menyebutkan, hingga saat ini ketersediaan stok bahan pokok di Kabupaten Samosir masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Pasokan barang masih aman, sehingga tidak ada gejolak harga yang terlalu mencolok,” katanya.
Ferdinand menjelaskan, fluktuasi harga pada sejumlah komoditas, khususnya hortikultura, dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan kelancaran distribusi dari daerah pemasok.
“Untuk komoditas tertentu, perubahan harga dipengaruhi oleh cuaca dan distribusi,” ucapnya.
Ia menegaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan harga secara rutin di pasar tradisional guna menjaga stabilitas harga bahan pokok.
Dibaca Juga : Bupati Deli Serdang Resmikan Alun-Alun Tanjung Morawa, Wajah Baru Ruang Publik Masyarakat
“Kami tetap melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan pedagang serta distributor agar harga tetap terkendali,” tuturnya.






