Lewat IGTS, Mahasiswa Asahan Dorong Minat Siswa SMA Melanjutkan Pendidikan Tinggi
Sejumlah mahasiswa asal Kabupaten Asahan yang sedang menempuh pendidikan tinggi di Aceh memilih memanfaatkan masa libur dengan cara berbeda. Alih-alih beristirahat, mereka justru pulang kampung membawa misi sosial: mengajak pelajar SMA melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Gerakan tersebut diwujudkan melalui program Imasa Goes To School (IGTS) yang digagas oleh Ikatan Mahasiswa Asahan (IMASA). Dalam kurun waktu dua pekan, sejak 19 Januari hingga 4 Februari 2026, para mahasiswa menyambangi 67 sekolah menengah atas sederajat di berbagai wilayah Kabupaten Asahan.
Para relawan mahasiswa berasal dari sejumlah kampus di Lhokseumawe dan Aceh Utara, seperti Universitas Malikussaleh, UIN Sultanah Nahrawi, dan Politeknik Negeri Lhokseumawe. Mereka turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan sosialisasi mengenai dunia perkuliahan, jalur masuk kampus, pilihan jurusan, hingga peluang beasiswa.
Kegiatan ini menyasar siswa kelas akhir SMA yang tengah bersiap menentukan langkah setelah lulus. Minimnya informasi tentang pendidikan tinggi menjadi salah satu alasan utama digelarnya program tersebut.
Ketua Pelaksana IGTS, Arif Jaka Hukama Tanjung, kepada wartawan, Rabu (4/2/2026), mengatakan kehadiran mahasiswa di sekolah diharapkan mampu membuka pandangan siswa bahwa kuliah bukan hal yang sulit dijangkau.
Baca juga : SRMP 1 Deli Serdang Buka Peluang Pendidikan Tanpa Batas Usia dan Waktu Belajar
“Kami ingin berbagi pengalaman nyata sebagai mahasiswa perantau. Harapannya, adik-adik di Asahan lebih percaya diri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ujarnya.
Program IGTS sendiri telah berjalan sejak 2017 dan terus dipertahankan setiap tahun. Tahun 2026 menjadi pelaksanaan kesembilan, sekaligus menandakan konsistensi IMASA dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Sementara itu, Ketua Umum IMASA 2026, Radityo Hidayat, menegaskan gerakan ini lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap masa depan generasi muda Asahan.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya memiliki tanggung jawab akademik, tetapi juga sosial untuk berkontribusi kepada daerah asal.
“Ini bentuk pengabdian kami. Kami ingin hadir langsung memberi motivasi dan informasi agar semakin banyak pelajar Asahan yang berani kuliah dan meraih cita-cita,” katanya.
Melalui gerakan ini, IMASA berharap angka partisipasi pendidikan tinggi di Kabupaten Asahan terus meningkat. Para mahasiswa pun bertekad menjadikan IGTS sebagai program berkelanjutan demi mendorong lahirnya generasi terdidik dari daerah.






