Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Lapak Terlalu Sempit, Pedagang Pasar Bakaran Batu Deli Serdang Mengeluh

Lapak Terlalu Sempit, Pedagang Pasar Bakaran Batu Deli Serdang Mengeluh

Sejumlah pedagang eks Pasar Delimas yang direlokasi ke Pasar Rakyat Bakaran Batu, Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, mengeluhkan ukuran lapak dagangan yang dinilai terlalu sempit. Kondisi tersebut disebut berdampak pada kenyamanan berjualan dan aktivitas ekonomi para pedagang.

Dibaca Juga : Iran Panggil Duta Besar Uni Eropa, Protes Keras IRGC Dicap Organisasi Teroris

Keluhan itu disampaikan pedagang yang menilai ukuran lapak di lokasi baru tidak sebanding dengan lapak yang mereka tempati sebelumnya di Pasar Delimas. Akibatnya, ruang usaha yang tersedia dinilai kurang memadai untuk menata dan menjajakan barang dagangan.

“Ukuran lapak dagangan kami lebih sempit dibandingkan lokasi dagangan di Pasar Delimas Lubuk Pakam,” ujar Oloan, salah seorang pedagang Pasar Rakyat Bakaran Batu, Senin (2/2/2026).

Di sisi lain, sejumlah pedagang sayuran yang berjualan di Jalan Hasanuddin (Pasar III) Lubuk Pakam masih memilih bertahan di lokasi tersebut. Padahal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang telah mengimbau para pedagang untuk segera pindah dan berjualan di Pasar Rakyat Bakaran Batu.

Upaya penertiban yang dilakukan Pemkab Deli Serdang sempat memicu protes dari para pedagang. Pasalnya, penutupan saluran parit yang dilanjutkan dengan pengorekan di sepanjang Jalan Hasanuddin dinilai mengganggu akses pembeli.

Tidak tersedianya jembatan penyeberangan setelah pengorekan membuat pembeli kesulitan menjangkau lapak pedagang. Kondisi tersebut memicu aksi unjuk rasa pedagang ke Kantor DPRD Deli Serdang.

Pedagang di Jalan Hasanuddin beralasan tetap bertahan karena mereka berjualan di dalam ruko yang disewa secara resmi, bukan di bahu jalan.

“Kami berjualan di dalam ruko yang kami sewa Rp30 juta per tahun. Jadi tidak ada alasan bagi kami untuk disuruh pindah ke Pasar Bakaran Batu,” ungkap Lisbet, salah seorang pedagang.

Sementara itu, berdasarkan pantauan wartawan, aktivitas jual beli di Pasar Rakyat Bakaran Batu terpantau relatif sepi menjelang siang hingga sore hari. Keramaian pasar umumnya hanya terjadi pada pagi hari.

Dibaca Juga : Prabowo Janjikan Kapal Tangkap 5–30 GT untuk Desa Nelayan, Dorong Ekonomi Pesisir

“Ramainya hanya pagi hari. Banyak pedagang menjual sayuran, cabai, dan kebutuhan lainnya. Namun setelah pukul 10.00 WIB mulai sepi. Apalagi pedagang di Jalan Hasanuddin menolak pindah ke sini, sehingga pembeli lebih memilih berbelanja ke Jalan Hasanuddin dibanding ke Pasar Bakaran Batu,” kata Siagian, pedagang lainnya.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan