SRMP 1 Deli Serdang Buka Peluang Pendidikan Tanpa Batas Usia dan Waktu Belajar
Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 1 Deli Serdang memiliki kekhasan dalam sistem pembelajaran yang berbeda dari sekolah reguler pada umumnya. Sekolah ini menerapkan prinsip multi entry–multi exit (MEME), yakni sistem yang tidak membatasi usia maupun lama masa belajar peserta didik.
Dibaca Juga : Iran Panggil Duta Besar Uni Eropa, Protes Keras IRGC Dicap Organisasi Teroris
Kepala SRMP 1 Deli Serdang, Reni Lasmaria Sinaga, mengatakan secara kurikulum SRMP tetap menggunakan kurikulum nasional yang diakui oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). “Kita sistem pembelajarannya seperti sekolah reguler biasa. Kita pakai kurikulum nasional dan kurikulum asrama,” ujar Reni, Senin (2/2/2026).
Namun, yang membedakan SRMP dengan sekolah lain adalah sistem MEME tersebut. Reni menjelaskan MEME bukanlah kurikulum, melainkan sistem penerimaan dan alur belajar siswa.
“MEME itu bukan kurikulum di sekolah rakyat. Hanya bagaimana sistem anak itu keluar dan masuk. Jadi tidak membatasi umur dan tidak membatasi harus dia sekian tahun,” katanya.
Dengan sistem ini, SRMP 1 Deli Serdang dapat menerima anak berusia 14 tahun atau lebih untuk mengenyam pendidikan setara SMP. Meski fleksibel dalam usia dan masa belajar, kurikulum akademik tetap mengacu pada standar nasional dengan pendekatan pemahaman mendalam.
Selain akademik, sekolah ini juga menerapkan kurikulum asrama yang dirancang oleh wali asuh dan wali asrama. Pendidikan karakter menjadi salah satu fokus utama, khususnya melalui kegiatan rutin setiap hari Sabtu.
“Hari Sabtu itu khusus pendidikan karakter anak dengan wali asuh dan wali asramanya. Program itu saya beri nama program Bersuka, artinya bersama wali asuh dan wali asrama kesayanganku,” ucap Reni.
SRMP 1 Deli Serdang juga menyediakan beragam kegiatan ekstrakurikuler. Tercatat ada 18 ekskul yang seluruh instrukturya harus memiliki sertifikat resmi. “Kita ada taekwondo, karate, paduan suara, kelas olimpiade, kelas internasional, pramuka sebagai ekskul wajib, PMR, KIR, kriket, futsal, dan lainnya,” tuturnya.
Saat ini pihak sekolah juga tengah mempersiapkan siswa untuk kelas olimpiade. Upaya tersebut mulai membuahkan hasil dengan diraihnya prestasi literasi tingkat nasional oleh siswa SRMP 1 Deli Serdang. “Itu kabar baik untuk SRMP 1 Deli Serdang,” ujarnya.
Reni mengatakan sekolah ini memiliki motto dan filosofi yang terus ditanamkan kepada siswa. Jargon ‘Siap!’ yang merupakan singkatan dari Semangat, Integritas, Amanah, Prestasi juga sudah dihafal luar kepala oleh seluruh siswa. “Kita punya filosofi nilai luhur budaya positif, tetaplah asli di tengah inovasi,” kata Reni.
Terkait jenjang pendidikan selanjutnya, Reni menegaskan lulusan SRMP 1 Deli Serdang memiliki kesempatan yang sama seperti lulusan SMP reguler. “Kalau anak-anak ini tamat, bisa masuk SMA biasa, SMK, atau lanjut ke SRMA. Semuanya bisa, karena kita pakai kurikulum nasional dan sudah terdata di Dapodik,” ujarnya.
Untuk tenaga pendidik, SRMP 1 Deli Serdang memiliki 12 guru yang seluruhnya merupakan lulusan PPG prajabatan bidang keguruan. Guru-guru tersebut berstatus PPPK di bawah Kementerian Sosial, sementara kepala sekolah merupakan penugasan dari Kemendikdasmen. Selain itu, terdapat enam wali asrama dan 15 wali asuh yang mendampingi sekitar 150 siswa.
Selama memimpin SRMP kurang lebih enam bulan ini dengan latar belakang siswa yang beragam, Reni menyebut banyak hal yang diberikan sebagai pelajaran baru bagi siswa. “Biasanya anak-anak ini di rumah kebanyakan tidak punya kamar mandi. Jadi kita ajari kebersihan, cara membersihkan diri, mencuci piring, mencuci pakaian, menggosok, itu semua harus kita ajari,” tuturnya.
Karena itu, sebut Reni, masa matrikulasi di SRMP 1 Deli Serdang berbeda dengan sekolah lain. Selama satu bulan, siswa dibekali pembelajaran tentang perawatan diri, kejujuran, kesadaran diri, dan mengenal jati diri.
Dibaca Juga : Prabowo Janjikan Kapal Tangkap 5–30 GT untuk Desa Nelayan, Dorong Ekonomi Pesisir
Pendidikan karakter tersebut kemudian dilanjutkan melalui tema enam bulanan yang dirancang langsung oleh kepala sekolah. Dari Juli hingga Desember, tema yang diangkat adalah mengenal diri sendiri, sementara Januari hingga Juni nanti berfokus pada kesadaran diri.






