Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Areal Persawahan Sergai Terancam Kekeringan akibat Curah Hujan Rendah

Areal Persawahan Sergai Terancam Kekeringan akibat Curah Hujan Rendah

Minimnya curah hujan beberapa hari terakhir berdampak terhadap sektor pertanian. Kondisi ini mengakibatkan areal persawahan warga terancam kekeringan akibat tidak masuknya sumber air dari Daerah Irigasi (DI) Sei Barau ke saluran irigasi DI Tebing Tinggi.

Petani di Dusun III Lumban Beringin, Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), yang paling terdampak.

Pantauan di lapangan, terdapat dua penyebab utama terhambatnya aliran air tersebut yakni rusaknya lening (lapisan beton) pada sejumlah saluran irigasi di wilayah DI Tebing Tinggi, di Dusun V Pematang Panjang, Desa Tebing Tinggi.

Kerusakan saluran ini membentang dari belakang Gereja Katolik hingga ke saluran irigasi depan areal persawahan Opung Selma.

Selain banyak lening yang hancur, tinggi pemasangan lening dinilai tidak sesuai, sehingga aliran air justru mengarah ke permukiman warga dan tidak sampai ke areal persawahan petani.

Baca juga : Gotong Royong Pemkab Batu Bara dan Warga Alirkan Air Sungai ke Irigasi

Penyebab kedua adalah kondisi saluran irigasi di sekitar rumah salah seorang anggota DPRD Sergai, Robet Butar-butar. Saluran tersebut dinilai kurang tinggi dan dipenuhi sampah, serta tanaman liar seperti sawit dan pisang.

Akibatnya, aliran air mengalir ke belakang permukiman warga Dusun IV Pematang Buluh, Desa Tebing Tinggi, hingga ke bangunan pintu klep di saluran irigasi depan persawahan milik warga.

Pintu klep yang dibangun oleh Dinas Pertanian bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) II tersebut dinilai menjadi penghambat utama aliran air menuju saluran irigasi lahan persawahan Dusun III Lumban Beringin, terutama saat musim kemarau ketika debit air dari DI Sei Barau menurun.

A Tengker S, salah satu warga, mengatakan persoalan kekeringan ini sudah berlangsung cukup lama dan terjadi hampir setiap tahun.

“Sudah sekitar 16 tahun setiap musim kemarau petani Dusun III Lumban Beringin Desa Tebing Tinggi selalu mengalami kekurangan air dan terancam gagal panen,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).

Baca juga : Upaya Antisipasi Kekeringan, Sungai di Batu Bara Dikeruk Tiga Excavator

Dijelaskannya, sumber air dari DI Sei Barau yang berada di Desa Pertapahan, Kecamatan Dolok Masihul, sejatinya melewati dua kecamatan, yakni Kecamatan Sei Bamban dan Kecamatan Tebing Tinggi, termasuk Desa Pematang Terang, Kecamatan Tanjung Beringin, sebelum mengaliri persawahan warga Dusun III Lumban Beringin.

Namun, akibat kondisi saluran irigasi yang rusak dan tidak optimal, air tidak dapat mengalir dengan maksimal ke sawah petani.

Ia berharap Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui Menteri Pertanian, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, serta Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya dapat segera merealisasikan renovasi saluran irigasi DI Tebing Tinggi.

“Saya juga meminta agar pintu klep yang berada di depan areal persawahan Sojuk Manurung dan Opung Repan Siregar dibongkar karena dinilai menjadi salah satu penghambat utama aliran air ke lahan pertanian warga” ucapnya.

“Sampai saat ini Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai belum merealisasikan perbaikan maupun renovasi lening saluran irigasi DI Tebing Tinggi yang berada di Dusun V Pematang Panjang, Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Tanjung Beringin,” tambahnya.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan