Temu Tengah Hidupkan Malam Minggu Warga Siantar Lewat Musik Interaktif
Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar melalui Dinas Pariwisata menghadirkan alternatif hiburan publik bertajuk Temu Tengah, sebuah panggung musik interaktif yang digelar rutin setiap Sabtu malam di Lapangan H. Adam Malik.
Dibaca Juga : MTQN ke-18 Sidamanik Dibuka, Bupati Anton Achmad Saragih Tekankan Peran Al-Qur’an Cetak Generasi Unggul
Program ini dirancang sebagai ruang temu warga, sekaligus upaya menghidupkan pariwisata kota lewat hiburan gratis dan partisipatif.
Berbeda dari konser musik pada umumnya, Temu Tengah membuka ruang interaksi langsung antara musisi dan penonton. Warga yang hadir tidak hanya menjadi penikmat, tetapi juga diberi kesempatan naik ke atas panggung untuk bernyanyi bersama band pengiring.
Partisipasi tersebut diapresiasi dengan berbagai hadiah menarik yang disiapkan oleh sponsor kegiatan. Konsep Temu Tengah terinspirasi dari tradisi hiburan rakyat seperti pendopo lawas di Yogyakarta sebagai ruang terbuka yang menjadi titik temu seni, musik, dan warga lintas usia.
Kepala Dinas Pariwisata Pematangsiantar, Hamzah Damanik, menyampaikan bahwa pihaknya mencoba menerjemahkan semangat tersebut ke dalam konteks lokal sebagai hiburan akhir pekan yang inklusif dan mudah diakses di Pematangsiantar.
“Kota perlu ruang publik yang hidup, terutama di akhir pekan. Temu Tengah diharapkan menjadi alternatif hiburan gratis bagi warga sekaligus magnet baru bagi wisatawan,” kata Hamzah dikonfirmasi, Minggu (25/1/2026).
Ia kembali menjelaskan, dalam dua pelaksanaan terakhir, kegiatan Temu Tengah telah mendapat dukungan dari sponsor, terutama dalam penyediaan hadiah bagi penonton yang berani tampil.
Ke depan, Dinas Pariwisata membuka peluang bagi sponsor lain untuk turut meramaikan kegiatan ini, baik dalam bentuk dukungan hadiah maupun kolaborasi program untuk peningkatan pariwisata di Kota Pematangsiantar.
“Tak berhenti pada musik, Temu Tengah juga direncanakan berkembang menjadi panggung hiburan lintas genre. Beberapa konsep yang tengah disiapkan antara lain penampilan stand up comedy dan atraksi sulap sederhana, tetap dengan pendekatan interaktif dan ramah keluarga,” ujarnya.
Dibaca Juga : Tragis! Pemuda Ditemukan Tewas di Aliran Sei Belumai Tanjung Morawa
Dengan digelarnya Temu Tengah setiap malam Minggu, Pemerintah Kota berharap alun-alun kota kembali menjadi ruang publik yang aktif dan aman untuk berkumpul. Jika konsisten, kegiatan ini diproyeksikan dapat menjadi daya tarik baru yang memperkuat identitas kota sekaligus mendorong pergerakan ekonomi dan pariwisata lokal.






