Kolaborasi Kementerian PU–Hutama Karya Percepat Pemulihan Jalan Tarutung–Sibolga Pascabencana
Pemulihan akses jalan Tarutung-Sibolga yang rusak akibat bencana alam terus dilakukan dengan kolaborasi antara Kementerian Pekerjaan Umum dan PT Hutama Karya. Pemulihan ini bertujuan untuk mengembalikan kelancaran aktivitas masyarakat di wilayah tersebut. Penanganan yang dilakukan mencakup 103 titik kritis sepanjang 60,40 kilometer, termasuk kawasan Batu Lubang yang menjadi titik putus akses utama warga.
Dibaca Juga : Teror di Pantai Gemi Berakhir, Pelaku Pelemparan Mobil Box Akhirnya Diringkus Polisi
Titik Kritis dan Penanganan Darurat
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa Kementerian PU selalu siap merespons bencana dengan segera melalui balai-balai teknis yang tersebar di seluruh provinsi. “Setiap terjadi bencana, kami upayakan hadir secepat mungkin,” ungkapnya dalam media briefing, Jumat (16/1). Salah satu fokus utama penanganan adalah titik putus di STA 16+050 yang menyebabkan gangguan signifikan terhadap mobilitas warga.
Di kawasan Batu Lubang, penanganan dilakukan secara bertahap dengan pendekatan jangka pendek dan panjang. Untuk memastikan akses tetap terjaga, alternatif sementara dipersiapkan, sementara desain permanen sudah disiapkan sejak awal. Salah satu solusi yang direncanakan adalah realinyemen jalan agar bisa menghindari jalur Batu Lubang, mengurangi risiko kemacetan serta gangguan di masa mendatang.
Mobilisasi Alat Berat dan Fokus pada Longsor
Selain Batu Lubang, kawasan Tarutung-Sibolga juga mengalami kerusakan di 76 titik longsor tebing, 22 titik jalan amblas, dan 5 titik jalan putus. Sebagai bagian dari upaya pemulihan, mobilisasi alat berat seperti excavator, vibro, dan dozer disesuaikan dengan kondisi lapangan yang masih dipengaruhi cuaca buruk dan karakter tanah yang dinamis. Salah satu fokus lainnya adalah pemulihan jalan di Desa Simaninggir yang menghubungkan Tarutung dengan Sibolga.
Dampak Pemulihan Terhadap Masyarakat
Warga setempat, Abdul (44), mengungkapkan apresiasinya terhadap kerja cepat PT Hutama Karya yang membantu membuka kembali akses jalan yang sebelumnya terputus. “Alhamdulillah, banyak perkembangan dan banyak yang dibantu sejak Hutama Karya hadir. Akses jalan yang tertutup bisa dibuka kembali, kegiatan kehidupan sehari-hari pun kembali normal,” ujar Abdul.
Pemulihan akses di jalan Tarutung-Sibolga tidak hanya mengurangi dampak langsung terhadap distribusi kebutuhan dasar, tetapi juga memperbaiki konektivitas antarwilayah dan mempercepat pergerakan ekonomi lokal. Dengan akses yang kembali terbuka, waktu tempuh lebih terprediksi dan beban logistik pun berkurang.
Komitmen Hutama Karya dan Kementerian PU
Mardiansyah, Executive Vice President Hutama Karya, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung kolaborasi ini untuk memastikan pemulihan berlangsung sesuai dengan jadwal. “Prioritas utama adalah memastikan akses kembali aman dan bisa segera digunakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Dibaca Juga : Program Makan Bergizi Gratis di Toba–Samosir Belum Merata, Sejumlah Sekolah Masih Terabaikan
Melalui kerja sama ini, Kementerian PU dan Hutama Karya berkomitmen untuk terus melakukan pemulihan dan memastikan manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat sekitar.






