BNNP Sumut Ungkap 67 Kasus Narkotika Sepanjang 2025, 19 Ton Ganja Dimusnahkan
Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai leading institution dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) mencatat sejumlah capaian signifikan sepanjang tahun 2025 di wilayah Sumatera Utara (Sumut).
Kepala BNNP Sumut, Brigjen Tatar Nugroho, menyampaikan pada bidang pemberantasan, pihaknya berhasil mengungkap 67 kasus narkotika dari target 35 berkas perkara.
Dari pengungkapan tersebut, sebanyak 62 tersangka berhasil diamankan, termasuk pengungkapan tiga jaringan peredaran narkotika terorganisir. “Melalui operasi terpadu dan penguatan intelijen, dari target 35 berkas kasus, kami berhasil mengungkap 67 kasus,” ujarnya, Rabu (24/12/2025).
Dalam pengungkapan itu, BNNP Sumut menyita barang bukti berupa sabu seberat 84.237,66 gram, ganja 760.068,40 gram, ekstasi 2.910 butir dan 19,90 gram, serta 178 bungkus cairan liquid atau cartridge vape yang mengandung narkotika golongan I jenis MDMA dan kokaina.
Selain penindakan, BNNP Sumut juga melakukan pemutusan rantai produksi narkotika dengan melaksanakan eradikasi ladang ganja di wilayah perbukitan Tor Sihite, Desa Rao-Rao Panjaringan, Kabupaten Mandailing Natal. Sepanjang 2025, BNNP Sumut memusnahkan sekitar 7.000 meter persegi ladang ganja dengan total 55.000 batang tanaman, dengan berat keseluruhan mencapai 19 ton.
Untuk pertama kalinya, BNNP Sumut juga bersinergi dengan Polda Sumut, Polrestabes Medan, serta TNI dalam Operasi Bersama Pemberantasan dan Pemulihan Kampung Narkoba yang digelar serentak di tiga titik, yakni dua lokasi di Kota Medan dan satu lokasi di Kabupaten Asahan.
Baca juga : Sumut Tertinggi Kasus Narkoba, BNNP Hanya Mampu Rehabilitasi 600 Pecandu
Bidang Pencegahan
Di sisi pencegahan, BNNP Sumut terus memperkuat upaya advokasi, informasi, dan edukasi guna membangun kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba. Penguatan peran instansi pemerintah, swasta, lembaga pendidikan, dan masyarakat dilakukan untuk membentuk ekosistem P4GN yang responsif hingga tingkat lokal.
“Sepanjang 2025, layanan deteksi dini melalui tes urine telah menjangkau 20.028 orang,” ucap Tatar.
Selain itu, BNNP Sumut juga melaksanakan program bimbingan teknis life skill berupa pelatihan barbershop, kuliner, dan budidaya ikan lele yang menjangkau 60 peserta di tiga kawasan rawan narkoba, yakni Medan, Deli Serdang, dan Tanjungbalai.
Sementara di Kabupaten Mandailing Natal, BNNP Sumut mengembangkan program budidaya tanaman jagung yang melibatkan 15 peserta.
“Seluruh rangkaian upaya pemberantasan, pencegahan, dan pemberdayaan masyarakat ini diarahkan untuk satu tujuan besar, yakni menyelamatkan manusia dari jerat narkoba serta memulihkan kehidupan sosial masyarakat,” tuturnya.






