Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS BI: Suku Bunga Turun, Tapi Laju Kredit Perbankan Masih Tertahan

BI: Suku Bunga Turun, Tapi Laju Kredit Perbankan Masih Tertahan

Bank Indonesia (BI) menegaskan peran kredit perbankan dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional masih perlu diperkuat. Hingga November 2025, pertumbuhan kredit tercatat masih berada di kisaran satu digit dan dinilai belum mencerminkan pemulihan yang solid.

Dibaca Juga : Usut Dugaan Korupsi Bansos, Kejari Samosir Periksa Warga Penerima dan Perangkat Desa

Data BI menunjukkan kredit perbankan tumbuh 7,70% secara tahunan (year on year/yoy) pada September 2025. Angka ini kemudian melambat menjadi 7,36% yoy pada Oktober, sebelum kembali naik ke level 7,74% yoy pada November 2025. Meski mengalami peningkatan, Gubernur BI Perry Warjiyo menilai laju tersebut belum cukup kuat.

Menurut Perry, lemahnya permintaan kredit dipengaruhi oleh sikap hati-hati dunia usaha, optimalisasi pendanaan internal korporasi, serta penurunan suku bunga kredit yang berjalan lambat. Kondisi ini disampaikan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulanan Desember 2025.

Selain permintaan yang belum solid, BI juga menyoroti transmisi kebijakan moneter yang belum optimal. Perry menyampaikan bahwa penurunan suku bunga acuan BI sebesar 125 basis poin sepanjang 2025 lebih cepat tercermin pada suku bunga simpanan dibandingkan suku bunga kredit.

Suku bunga deposito tenor satu bulan tercatat turun 67 basis poin, dari 4,81% di awal 2025 menjadi 4,14% pada November 2025. Namun, penurunan suku bunga kredit hanya mencapai 24 basis poin, dari 9,20% menjadi 8,96% pada periode yang sama.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai belum kuatnya penyaluran kredit juga berkaitan dengan kondisi ekonomi domestik yang belum sepenuhnya pulih. Ketidakpastian permintaan membuat pelaku usaha cenderung menahan ekspansi dan peningkatan kapasitas produksi.

Ia menambahkan, pemulihan konsumsi masyarakat belum merata, terutama pada kelompok menengah ke bawah. Hal ini tercermin dari berbagai indikator, termasuk pelemahan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur yang sempat berada di zona kontraksi di bawah level 50 pada pertengahan 2025.

Selain faktor domestik, Yusuf menilai dinamika global turut memengaruhi sikap wait and see dunia usaha. Salah satunya terkait kebijakan perdagangan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump yang masih dalam tahap negosiasi dengan Indonesia.

Ketidakpastian arah hubungan dagang tersebut dinilai berpotensi menekan kinerja ekspor, khususnya pada sektor-sektor strategis seperti tekstil dan alas kaki. Kondisi ini membuat permintaan kredit dari sektor manufaktur berisiko tetap tertahan.

Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai pertumbuhan kredit sebesar 7,74% yoy menunjukkan fungsi intermediasi perbankan belum berjalan optimal, meski kondisi permodalan dan likuiditas bank relatif kuat.

BI mencatat nilai kredit yang telah disetujui namun belum dicairkan (undisbursed loan) masih cukup besar, mencapai Rp2.509,4 triliun atau sekitar 23,18% dari total plafon kredit pada November 2025. Selain itu, permintaan pembiayaan rumah tangga juga dinilai masih tertahan seiring daya beli yang belum pulih secara merata.

Dari sisi penawaran, persaingan perebutan dana besar melalui skema suku bunga simpanan khusus (special rate) turut membatasi penurunan biaya dana perbankan. Kondisi ini membuat suku bunga kredit sulit turun lebih cepat.

Dibaca Juga : H-8 Tahun Baru 2026, Harga Ikan Melonjak di Balige, Cabai Rawit Justru Lebih Murah dari Laguboti

Josua menegaskan, dorongan kredit tidak hanya bergantung pada ketersediaan likuiditas. Diperlukan sinergi kebijakan, termasuk pengendalian praktik special rate, percepatan belanja pemerintah, serta penguatan optimisme pelaku usaha agar konsumsi dan investasi sektor riil dapat meningkat.

Komentar
Bagikan:

1 Komentar

  1. **mitolyn**

    Mitolyn is a carefully developed, plant-based formula created to help support metabolic efficiency and encourage healthy, lasting weight management.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan