Obat Kanker Bisa Ubah Warna Kulit, Dokter Ungkap Penyebabnya
Pasien kanker perlu mewaspadai efek samping perubahan warna kulit selama menjalani terapi. Dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Arini Widodo, SM, SpDVE, menjelaskan perubahan tersebut bisa terjadi di area tertentu maupun menyeluruh ke seluruh tubuh, tergantung jenis obat yang digunakan.
Dibaca Juga : Harga Singkong di Simalungun Anjlok Lagi, Petani Kian Terjepit
“Umumnya, perubahan warna kulit bisa bersifat lokal maupun menyeluruh ke semua area badan,” kata dr. Arini yang dikutip dari Kompas, Sabtu (13/9/2025).
Menurutnya, perubahan warna lokal biasanya tampak pada bagian tubuh yang terpapar sinar matahari, seperti wajah dan tangan, atau di sekitar bekas suntikan obat. “Kalau lokal, biasanya di wajah, tangan, atau area yang terpapar sinar matahari. Ada juga yang muncul di sekitar bekas suntikan obat,” ujarnya.
Selain itu, beberapa pasien dapat mengalami perubahan warna kulit yang meluas ke seluruh tubuh. “Untuk yang sifatnya menyeluruh, kulit bisa tampak lebih gelap atau lebih pucat,” ujarnya. Efek ini kerap memengaruhi penampilan sehingga menimbulkan kekhawatiran pasien,” tuturnya.
dr. Arini menekankan, tidak semua obat kanker memberikan dampak yang sama. Ada obat yang menekan produksi melanin atau merusak sel pigmen hingga kulit terlihat lebih putih, sementara obat lain justru merangsang produksi pigmen atau menyebabkan pengendapan zat obat sehingga kulit tampak lebih gelap.
“Efeknya berbeda karena mekanisme tiap obat kemoterapi atau terapi target bervariasi,” katanya.
Ia menegaskan perubahan warna kulit bukan kondisi berbahaya, tetapi dapat menurunkan kepercayaan diri dan memicu pertanyaan dari orang sekitar. “Yang terpenting, pasien tetap berkonsultasi dengan dokter onkologi dan dermatologi untuk memastikan kondisinya tetap aman,” ucapnya.
Dibaca Juga : Rumah Wartawan di Siantar Didobrak OTK, Teror Jurnalis Kian Marak
Kasus penyanyi Vidi Aldiano disebut menjadi contoh nyata bagaimana terapi kanker dapat menimbulkan perubahan warna kulit yang mencolok. Dengan pemahaman yang baik, kata dr. Arini, pasien dan keluarga diharapkan lebih siap menghadapi perubahan fisik yang mungkin muncul selama proses pengobatan.







oy8ewg