Lindawati: Rumah Reyot, Anak Sakit, Bantuan Pemerintah Tak Pernah Dapat Lagi
Lindawati, warga Kota Binjai, hidup dalam keterbatasan bersama keluarganya di sebuah rumah reyot yang nyaris roboh. Ia harus merawat anaknya yang sakit sejak kecil, sementara kondisi ekonomi keluarga jauh dari kata layak.
Sehari-hari, Lindawati bekerja serabutan demi menghidupi keempat anaknya, namun penghasilan yang minim tak cukup untuk kebutuhan sehari-hari, apalagi biaya berobat. Ironisnya, sejak beberapa tahun terakhir, ia tak lagi menerima bantuan dari pemerintah, baik berupa sembako, bantuan tunai, maupun layanan kesehatan seperti BPJS gratis. Lindawati berharap ada perhatian serius dari pemerintah setempat agar keluarganya bisa mendapatkan bantuan layak demi kelangsungan hidup dan kesehatan anaknya.
Lindawati, 45 tahun, warga Jalan Danau Sentani, Lingkungan IV, Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah pasca Covid-19. Padahal, kehidupan Lindawati tergolong miskin.
Suami Lindawati adalah seorang kuli bangunan. Ia memiliki tiga anak yang masih kecil. Lindawati mengatakan bahwa dia pernah bertanya kepada pemerintah setempat kenapa keluarganya tidak mendapat bantuan.
“Jawaban pemerintah, keluarga saya tidak masuk dalam data penerima manfaat. Harapannya kalau bisa dibantu ya dibantu. Saya kan ada anak masih kecil-kecil yang sekolah. Ya mohonlah Pak dibantu. Dulu pernah menerima bantuan ketika Covid 19. Setelah itu tidak pernah terima sama sekali,” ujar Lindawati saat ditemui di rumahnya, Selasa (29/7/2025).
Linda mengatakan, salah satu anaknya saat ini sedang sakit tumor. Ia juga meminta agar pemerintah dapat membantu pengobatan anaknya tersebut.
“Katanya sekarang KIS sudah tidak ada lagi, makanya kemarin sewaktu operasi pertama kali terpaksa harus pakai BPJS mandiri. Sekarang, sudah nggak ada uang buat berobat, jadi kami tidak bisa pakai BPJS mandiri lagi,” ucapnya.
Baca juga : Rekening Rakyat Diblokir: Salah Kaprah, Sesat Nalar!
Pantauan wartawan , rumah Lindawati terlihat sudah reyot. Beberapa bagian atapnya sudah bocor.
Di lain kesempatan, Lurah Tunggurono, Agus, berjanji segera mendatangi kediaman Lindawati. Jika memang benar selama ini keluarga Lindawati tidak pernah menerima bantuan, maka pihaknya akan segera melakukan pendataan.
“Nanti kami akan turun untuk mengeceknya,” ujarnya.






