Analisasumut.com
Beranda AKTUAL Harga Ikan Melambung, Pedagang Ada yang Tak Jualan

Harga Ikan Melambung, Pedagang Ada yang Tak Jualan

Langkat – Kenaikan harga ikan laut di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Langkat membuat sebagian pedagang memilih tidak berjualan. Lonjakan harga yang terjadi sejak sepekan terakhir ini diduga akibat pasokan ikan dari nelayan berkurang karena cuaca buruk dan gelombang tinggi di perairan laut.

Di Pasar Tradisional Tanjungpura, para pedagang mengeluhkan minimnya pasokan dan harga ikan yang terus naik. Beberapa jenis ikan seperti tongkol, kembung, dan selar mengalami kenaikan hingga 30 persen. “Biasanya saya bisa jual 20 kilogram sehari, sekarang stok susah dan harganya tinggi, jadi saya libur dulu jualan,” ujar Lilis, seorang pedagang ikan, Rabu (17/7).

Para pembeli pun ikut terdampak, terutama ibu rumah tangga yang mengandalkan ikan sebagai lauk utama. Mereka berharap pemerintah turun tangan mengatasi kelangkaan dan menstabilkan harga di pasaran.

Harga ikan mengalami kenaikan cukup signifikan di sejumlah Pasar Kota Medan, salah satunya Pasar Kampung Lalang. Terlihat, beberapa penjual ikan di Pasar tersebut terlihat tidak menjajakan dagangannya pada Rabu (16/7/2025).

Baca juga : Cuaca Buruk, Nelayan Tak Melaut: PNTI Sumut Desak Pemerintah Lakukan Terobosan

Menurut pedagang ikan, kenaikan harga ikan mengakibatkan beberapa pedagang ikan tidak menjual ikan. Hal tersebut dimungkinkan modal tidak menutupi hasil jualannya.

“Bukan siang tutup, tapi memang dari pagi mereka tidak berjualan. Harga ikan sekarang mahal-mahal, rata-rata Rp40.000 per kilogram (kg) tapi kualitasnya jelek,” kata pedagang ikan, Ayu, kepada .

Menurut Ayu, kecenderungan hujan pada malam hari membuat stok ikan menipis dan membuat harga melambung tinggi.

“Mungkin karena belakangan sering hujan malam ya, nelayan biasanya menangkap ikan malam. Jadi hujan malam hari mungkin mempengaruhi tangkapan,” ujarnya.

Ayu mengaku risau dengan kenaikan harga ikan, kualitas akan menurun seiring waktu atau tidak lagi segar. Pembeli juga enggan membeli jika harga dan kualitas ikan tidak cocok.

Diketahui, harga ikan mata besar Rp40.000 sebelumnya Rp35.000 per kg, selar Rp37.000 sebelumnya Rp27.000 per kg, beletong Rp41.000 sebelumnya Rp34.000 per kg, dan ikan merah Rp45.000 sebelumnya hanya Rp40.000 per kg.

Kemudian, penjual ikan di Pasar Sei Sikambing, Hirda, mengungkapkan kenaikan harga sudah terjadi sejak beberapa hari belakangan meski tidak langsung drastis.

“Naiknya sedikit-sedikit, baru terasa sekarang. Penjualan berkurang, ikan jelek, harga mahal, saya rasa semua mahal bukan hanya ikan saja. Banyak orang tidak jadi beli karena mahal,” tuturnya.

Diketahui, dencis mencapai Rp40.000 per kg sebelumnya Rp30.000, gembung kuring Rp50.000 sebelumnya Rp45.000 per kg, ikan aso-aso Rp40.000 sebelumnya Rp35.000 per kg, tongkol Rp35.000 sebelumnya Rp25.000 per kg, dan tajak Rp41.000 sebelumnya Rp38.000 per kg. 

Komentar
Bagikan:

3 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan