Sekolah Libur, Sopir Angkot Medan Keluhkan Penurunan Penghasilan
Libur panjang tahun ajaran baru berdampak signifikan terhadap penghasilan para sopir angkutan kota (angkot) di Medan. Pendapatan harian mereka dilaporkan menurun drastis, hingga 30 sampai 40 persen.
Dari pantauan di lapangan, sejumlah sopir angkot trayek 32 jurusan Terminal Pinang Baris–Belawan mengaku pendapatannya menurun tajam sejak liburan sekolah dimulai.
“Biasanya kami bisa bawa pulang bersih Rp100.000 sampai Rp150.000 per hari. Tapi sejak libur sekolah, dapat Rp75.000 saja suah,” ujar Wak Ujang, 59 tahun, salah seorang sopir angkot saat ditemui di pangkalan angkot kawasan Belawan, Senin (30/6/2025).
Wak Ujang mengatakan, meski ongkos pelajar lebih murah dibanding penumpang umum, kehadiran siswa di jam-jam berangkat dan pulang sekolah sangat membantu karena mereka naik secara berkelompok dan jarak tempuhnya biasanya tidak terlalu jauh.
Baca juga : Pemproteksi Ojol & Sopir Angkot, Pemko Siantar Gandeng BPJS Ketenagakerjaan
“Anak sekolah itu bantu kami. Walau murah, tapi sering ramai dan cepat putarannya,” katanya.
Namun, libur sekolah yang berlangsung hampir tiga minggu membuat banyak sopir kehilangan penumpang tetapnya.
Untuk menyiasati turunnya pemasukan, para sopir memilih lebih sering nongkrong di warung kopi saat jam sepi, sambil menunggu jam istirahat pekerja kantor untuk mencari penumpang.
“Kalau bensin dibakar keliling pun gak ada yang naik. Jadi kami lebih banyak duduk di warung kopi, hemat BBM,” ucapnya.
Meski begitu, Wak Ujang masih bersyukur karena mobil angkotnya sudah lunas cicilannya. “Untung aja mobil sudah lunas. Kalau masih nyicil, bisa-bisa nunggak bayarnya,” tuturnya.






