Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Tips Sehat Haji untuk Penderita Diabetes

Tips Sehat Haji untuk Penderita Diabetes

Musim haji semakin dekat, dan jutaan jemaah dari seluruh dunia bersiap untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Bagi penderita diabetes, persiapan fisik dan kesehatan menjadi hal yang sangat penting agar ibadah dapat dijalankan dengan lancar. Perjalanan panjang, cuaca ekstrem, serta perubahan pola makan dan aktivitas fisik bisa menjadi tantangan serius bagi pengelolaan gula darah.

Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Laila Nurani, Sp.PD, mengingatkan bahwa penderita diabetes tetap bisa menunaikan ibadah haji dengan aman asal memiliki persiapan yang baik. “Kunci utamanya adalah menjaga kestabilan gula darah, membawa obat yang cukup, serta memahami tanda-tanda hipoglikemia dan hiperglikemia,” ujarnya.

Ahli Gizi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), dr Eka Febriyanti, M. Gizi mengimbau agar jemaah yang menderita diabetes dapat menjaga pola makan selama melaksanakan haji.

Baca juga : Pendaftaran Sekolah Rakyat Ditutup, 7.700 Calon Peserta Akan Diseleksi

“Hindari makanan yang tinggi indeks glikemik (karbohidrat) yang cepat meningkatkan gula, kemudian perbanyak sayur dan buah. Orang yang diabetes juga makannya tetap harus diatur dan teratur jadwalnya,” tutur dr. Eka, Senin (19/5/2025).

Dokter Klinik Spesialis UMSU itu juga menyampaikan agar jemaah jangan melewatkan jam makan.

“Takutnya nanti jadi lebih banyak makan dan menyebabkan lonjakan gula di tubuh. Kalau kita melewatkan jam makan, sementara jemaah haji masih harus minum obat diabetesnya malah terjadi hipoglikemia atau gula darahnya menjadi rendah dan membahayakan kesehatan,” katanya.

Di kesempatan berbeda, Dokter Rumah Sakit Umum Eshmun Medan, dr M Allif Maulana Syafrin Lubis, M.Ked (PD), Sp.PD juga menyarankan penderita diabetes menghindari makanan tinggi lemak.

“Makanan tinggi lemak sering disajikan dalam paket konsumsi massal,” ujarnya kepada Mistar, Senin (19/5/2025).

Baiknya, Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara menjelaskan, jemaah membawa makanan ringan yang sehat untuk dikonsumsi. Seperti, buah kering rendah gula atau biskuit gandum.

“Makanan tadi bisa dikonsumsi untuk menghindari lonjakan atau penurunan kadar gula darah. Kemudian jangan berjalan tanpa alas kaki karena risiko luka kaki yang sulit sembuh pada penderita diabetes,” ucapnya. 

Komentar
Bagikan:

3 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan