64 Dapur Program MBG di Asahan Serap 3.008 Tenaga Kerja
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Asahan menunjukkan perkembangan pesat dan dampaknya mulai terasa langsung bagi masyarakat. Tak hanya membantu pemenuhan gizi ribuan warga, program unggulan pemerintah ini juga sukses membuka ribuan lapangan kerja baru.
Data terbaru mencatat, hingga awal Februari 2026, sebanyak 64 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum telah aktif beroperasi di berbagai wilayah Asahan. Seluruh dapur tersebut setiap hari menyiapkan makanan sehat dan bergizi bagi masyarakat penerima manfaat.
Koordinator SPPG Wilayah Kabupaten Asahan, Adi Adma Arif Harahap, menjelaskan bahwa program MBG di daerah ini terus berkembang signifikan, baik dari sisi cakupan maupun operasional.
“Sekarang total ada 64 SPPG yang sudah aktif dan melayani masyarakat. Jumlah penerima manfaat mencapai 148.869 orang,” ujarnya.
Capaian tersebut menjadikan Asahan sebagai salah satu daerah dengan realisasi Program MBG terbesar di Sumatera Utara. Tak hanya berdampak pada pemenuhan gizi, program ini juga memberikan kontribusi besar terhadap sektor ketenagakerjaan. Dari puluhan dapur yang beroperasi, tercatat sedikitnya 3.008 relawan dan tenaga kerja telah terserap.
Setiap dapur MBG rata-rata mempekerjakan sekitar 50 orang, terdiri dari 47 tenaga operasional serta tiga tenaga profesional, yakni ahli gizi, akuntan, dan pengawas lapangan serta pengantaran (Aslap).
Baca juga : Program MBG Berlanjut di Bulan Ramadan 2026, BGN Siapkan Paket Makanan
Skema ini membuat program MBG tidak sekadar menjadi bantuan sosial, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi baru bagi masyarakat lokal.
“Dampaknya bukan hanya membuka lapangan pekerjaan bagi relawan, tetapi juga menghidupkan usaha UMKM lokal baru di bidang pertanian, peternakan, dan sektor lainnya,” tambah Adi.
Secara nasional, Program Makan Bergizi Gratis diproyeksikan sebagai salah satu program prioritas pemerintah untuk menekan angka stunting, meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda, sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program ini telah menyerap sekitar satu juta tenaga kerja sejak mulai dijalankan secara bertahap. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor.
Menurut Prabowo, penciptaan lapangan kerja melalui MBG menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjawab dua persoalan sekaligus, yakni gizi dan pengangguran.
“Program MBG sudah menjangkau 60 juta penerima manfaat saat ini dan ditargetkan mencapai 82 juta penerima manfaat paling lambat Desember 2026,” tegasnya.






