Enam Daerah di Wilayah BPJS Kisaran Dapat Penghargaan UHC 2026
Sebanyak enam kabupaten/kota di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Kisaran akan menerima Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) 2026 di Jakarta.
Enam daerah tersebut meliputi Kabupaten Asahan, Kota Tanjungbalai, Kabupaten Batu Bara, Kabupaten Labuhanbatu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, dan Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
Seluruhnya dinilai berhasil memenuhi indikator cakupan kepesertaan dan keaktifan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sesuai standar nasional.
Penghargaan tersebut akan diserahkan dalam rangkaian Deklarasi dan Pencanangan Universal Health Coverage (UHC) 2026, Selasa (27/1/2026) di Ballroom JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kisaran, Sri Widyastuti menyampaikan rasa bangga atas capaian kolektif seluruh daerah di wilayah kerjanya yang berhasil masuk dalam daftar penerima penghargaan UHC tahun ini.
“Kami merasa bangga karena seluruh kabupaten dan kota di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Kisaran mendapat undangan dalam kegiatan nasional ini. Ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat,” ujar Sri Widyastuti, Senin (26/1/2026).
Menurutnya, momentum ini diharapkan tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga pemacu semangat untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan Program JKN, baik dari sisi kepesertaan maupun tingkat keaktifan peserta.
Sri Widyastuti menegaskan bahwa kegiatan deklarasi UHC ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, khususnya dalam upaya memperkuat sistem jaminan sosial kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca juga : Kejar UHC Prioritas, Pemko Pematangsiantar Perluas Jaminan Kesehatan Pekerja Informal
“Kami berharap penghargaan ini dapat mendorong peningkatan cakupan dan keaktifan kepesertaan JKN agar minimal sesuai dengan target nasional yang telah ditetapkan,” katanya.
Secara nasional, capaian Program JKN menunjukkan tren yang sangat positif. Hingga 31 Desember 2025, jumlah peserta JKN tercatat mencapai 282.739.458 jiwa, dari total penduduk Indonesia sebanyak 286.693.693 jiwa berdasarkan data semester I 2025 dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Angka tersebut mencerminkan tingkat kepesertaan nasional sebesar 98,62 persen, mendekati target UHC penuh yang menjadi cita-cita pemerintah dalam menjamin hak kesehatan seluruh warga negara tanpa terkecuali.
Sri Widyastuti menyebutkan, capaian tersebut tidak lepas dari peran aktif pemerintah daerah di seluruh Indonesia, termasuk enam kabupaten/kota di wilayah Kisaran yang dinilai konsisten dalam mendukung keberlanjutan Program JKN.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pemerintah daerah yang telah berkontribusi besar terhadap capaian UHC nasional ini,” ujarnya.
Dalam kegiatan penghargaan UHC 2026, tercatat 30 provinsi dan 407 kabupaten/kota di seluruh Indonesia akan menerima penghargaan. Seluruhnya telah memenuhi syarat cakupan kepesertaan minimal 98 persen serta tingkat keaktifan peserta minimal 80 persen hingga akhir Desember 2025.
Penghargaan UHC sendiri diklasifikasikan dalam tiga kategori, yakni Pratama, Madya, dan Utama, sebagai bentuk pengakuan atas konsistensi dan keberlanjutan pelaksanaan jaminan kesehatan di daerah.
Menutup pernyataannya, Sri Widyastuti menegaskan pentingnya menjaga sinergi antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan agar capaian UHC tidak hanya bertahan, tetapi terus meningkat.
“Setelah penghargaan ini, dukungan dan komitmen seluruh pihak tetap dibutuhkan agar perlindungan jaminan kesehatan bagi seluruh penduduk Indonesia benar-benar terwujud secara berkelanjutan,” tuturnya.






