Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS 2 Anak PMI Terlantar Dipulangkan dari Malaysia

2 Anak PMI Terlantar Dipulangkan dari Malaysia

Dua anak Pekerja Migran Indonesia (PMI), Hairil (9) dan Asril (6), yang orang tuanya meninggal dunia saat menjalani hukuman di Pusat Tahanan Sementara (PTS) Tawau, Sabah, Malaysia, telah dipulangkan ke kampung halaman mereka di Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Pemulangan ini difasilitasi oleh Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nunukan dan dilakukan melalui jalur udara dari Tarakan ke Makassar.

Selama berada di Kabupaten Nunukan, kedua anak tersebut dititipkan di Panti Asuhan Ruhama untuk mendapatkan pengawasan khusus. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Nunukan juga telah melakukan trauma healing guna memulihkan kondisi psikologis mereka.

Setibanya di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, BP3MI Makassar menjemput dan menyerahkan mereka kepada keluarga di Bulukumba. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam melindungi dan memastikan kesejahteraan anak-anak PMI yang menghadapi situasi sulit di luar negeri.

Baca juga : Terseret Kasus Pajak, PT DPM Bungkam Soal Kontraknya dengan CV Tapongan

Dua anak pekerja Migran Indonesia (PMI), satu masih Balita, M (3), dan NB, remaja (14), dipulangkan dari Malaysia. Pasalnya, terlantar di negara Malaysia, karena kedua orangtuanya tidak diketahui keberadaannya.

Oleh Dinas Sosial Malaysia dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) memulangkan ke Indonesia untuk diserahkan kepada pihak keluarga di Medan dan Sibolga, Sumut.

Keduanya tiba di Bandara Kualanamu, Deliserdang, dengan pendampingan satu orang dari KBRI Kuala Lumpur, menumpang pesawat Air Asia.

“Kita hari ini menerima dua anak PMI perempuan terlantar di Malaysia. BP3MI hari ini hanya untuk memfasilitasi kepulangan keduanya, selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga,” kata staf Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Utara, Fauzi Lubis, didampingi Putra, Senin (26/5).

Untuk anak PMI yang Balita langsung diantar petugas BP3MI ke Sibolga, sedangkan yang remaja diserahkan langsung kepada keluarganya di Kualanamu.

Kadis Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Pemprovsu, Dwi Endah Purwanti mengatakan, pihaknya turut menjemput untuk memastikan keberadaan anak tersebut sampai kepada pihak keluarga.

“Kita hadir untuk memastikan NB dapat bertemu keluarga di Medan,” kata Dwi.

Ke depan sesuai Tupoksi, B3AKB Pemprovsu akan terus memantau keberadaan yang bersangkutan, sebab yang bersangkutan seorang perempuan.

“Selanjutnya, nanti kita akan bersurat kepada Pak Gubernur terkait pendidikan yang bersangkutan. Jangan nanti anak ini tidak mendapatkan pendidikan setelah bersama keluarga,” sebutnya.

Pantauan, dua anak PMI Terlantar tersebut setibanya di Bandara Kualanamu ikut disambut petugas Imigrasi TPI Kualanamu, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Provsu, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan anak dan Pemberdayaan Masyarakat (P3APM) Kota Medan.

Komentar
Bagikan:

3 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan